Berita Surabaya

Ubah Budaya Oral ke Literal

"Selama 24 jam, petugas selalu beri pengumuman atau informasi secara oral," ujar dosen Unmuh Surabaya ini kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Ubah Budaya Oral ke Literal
surya/ fatkhul alami
Zainudin, Pengamat pendidikan Surabaya 

News Analysis oleh Zainuddin
 

SURYA.co.id | SURABAYA - Program budaya membaca di Indonesia harus dijalankan secara serius.

Saat ini, pemerintah belum serius menanamkan gemar membaca.

Sehingga, budaya membaca masih rendah dan memprihatinkan.

"Negeri ini punya kekayaan dan modal, tapi tidak dimaksimalkan. Butuh manusia yang cerdas, kreatif dan inovatif. Harus serius membangun budaya baca dan tulis," kata Zainudin, Pengamat pendidikan Surabaya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Kamis (27/10/2016).

Di lingkungan pendidikan saja, lanjutnya, masih malas membaca, enggan pergi ke perpustakaan atau toko buku.

"Sedikit yang buat atau punya karya-karya ilmiah," terang Zainudin.

Ia mengungkapkan, pemerintah juga masih senang budaya oral atau kata-kata lewat mulut dan lebih senang nggedabrus.

Lihat saja di bandara, stasiun atau terminal. Tak ada pesan-pesan yang disampaikan lewat tulisan atau running text.

"Selama 24 jam, petugas selalu beri pengumuman atau informasi secara oral," ujar dosen Unmuh Surabaya ini kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Pemerintah, menurut mantan Ketua Dewan Pendidikan Jatim ini, bisa mengubah budaya oral ke literal.
Seperti di luar negeri, di tempat-tempat umum banyak ditemukan buku-buku untuk dibaca.

"Kalau di tempat kita, kantor-kantor atau tempat umum jarang yang menyediakan buku atau koran dan majalah untuk dibaca," papar Zainudin.

Ia meminta, peran orangtua atau pendidik supaya lebih maksimal dalam mendorong budaya baca.

"Orangtua sangat penting peranannya dalam mengajak anak-anak gemar membaca," pungkas Zainudin.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved