Breaking News:

Berita Pendidikan Surabaya

Revitalisasi Politeknik Siapkan Guru SMK yang Produktif

Kemenristek akan mengumpulkan politeknik untuk menawarkan pembukaan program studi profesi guru.

surya/habibur rohman
Ilustrasi, siswa SMK praktik perbaikan kendaraan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Patdono Suwignjo mengungkapkan revitalisasi juga dilakukan dengan menyiapkan lulusan vokasi sebagai guru produktif di SMK.

Sebab, saat ini, SMK kekurangan sekitar 91.000 guru produktif. Dengan Revitalisasi ini, lulusan vokasi bisa memiliki opsi bekerja di industri atau menjadi guru.

Karena pendidikan SMK juga sama halnya dengan vokasi di politeknik yang menerapkan praktek 70 persen. Maka lulusan politeknik akan ideal jika dijadikan guru profesional.

“Mengingat pendidikan vokasi belum ada pembelajaran keguruan, nantinya akan dibentuk organisasi guru vokasi secara nasional,” jelasnya.

Kemudian, melalui organisasi guru ini, kemenristek akan mengumpulkan politeknik untuk menawarkan pembukaan program studi profesi guru.

Pendidikan di prodi ini akan berlangsung selama 1 tahun. Pogram ini akan menjadi lanjutan pendidikan bagi lulusan D4 pendidikan vokasi.

“Karena lulusan vokasi cenderung ke industri, program ini harus menawatkan kelebihan. Akan kami bicarakan agar bisa mendapat beasiswa ke Kemenkeu,” terusnya.

Ia melanjutkan, lulusannya program pendidikan guru ini juga harus ada ikatan dinasnya sebagai guru produktif.

Barangkali, setelah ikatan dinas juga akan diangkat menjadi pegawai negeri. Hal ini akan didiskusikan dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan).

“Januari baru akan kami mulai membuka pendaftaran untuk politeknik yang mau membuka prodi ini,”jelasnya.

Penentuan jumlah politeknik yang membuka prodi keguruan ini akan ditentukan berdasarkan pengajuan dan yang memenuhi syarat.

Direktur PPNS, Eko Julianto mengungkapkan dirinya menyambut baik atas perhatian dan rencana kemristekdikti untuk 'meluruskan' sistem pendidikan vokasi.

Sebagai tambahan atas rencana sertifikasi lulusan, PPNS sendiri sudah melakukan sertifikasi pada setiap lulusan, sehingga tak hanya ijazah, wisudawan juga mendapat sertifikat kompetensi.

Terkait SMK sebagai pendidikan vokasi, tentu banyak praktek sama seperti di politeknik. Jadi memang lebih cocok kalau guru SMK lulusan politeknik, karena benar-benar mengerti teknik prakteknya.

“Misal guru SMK Jurusan Teknik pengelasan, tentu akan banyak praktek pengelasan. Sampai saat ini belum ada ke arah keguruan vokasi. Kami ingin mendirikan magister sains terapan, yang rencananya akan berbeda dengan magister keilmuan,” terangnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved