Berita Gresik

Ini Tanggapan Pemkab Gresik Terkait Tuntutan yang Dilontarkan PMII

Jika ada layanan ada yang kurang baik ia menyarankan untuk menyampaikannya secara baik-baik.

SURYA.co.id | GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik menanggapi unjuk rasa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang mendesak adanya prioritas pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Di antaranya prioritas pelayanan kesehatan gratis, pelayanan kesehatan gratis dan pemerataan pembangunan agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

"Sekarang ini jajaran Forpimda Gresik sedang berkumpul bersama tim Gajah Mada. Intinya membahas permasalahan di masyarakat. Boleh menyampaikan aspirasi masyarakat tapi harus mengetahui aturan yang ada," kata Tursilowanto Hariyogi, asisten Bupati Bidang Pemerintahan dan kesra, Jumat (28/10/2016).

Tursilo menegaskan, Pemkab Gresik sudah membentuk satgas anti pungutan liar, sehingga masyarakat dapat menyampaikan aspirasi melalui taya cara yang benar.

"Bupati telah membuat satgas anti pungli. Ini seruan awal untuk perbaikan. Jika ada temuan pelanggaran sampaikan secara baik dan tertulis," katanya.

Termasuk pelayanan kesehatan gratis. Jika ada layanan ada yang kurang baik ia menyarankan untuk menyampaikannya secara baik-baik.

Termasuk mengenai pembangunan pariwisata di Pulau Bawean yang ditolak PMII Cabang Gresik.

"Dulu, sebelum pembangunan pulau Bawean sudah ada warga yang tersangkut masalah narkoba, apa belum. Sekarang ini bagaimana. Jadi, jangan disalahkan pembangunannya, tapi karakter masyarakat yang harus dikuatkan," imbuhnya.

Setelah mendapatkan penjelasan secara panjang lebar oleh Tursilo, masa langsung geser ke DPRD Gresik.

Penulis: Sugiyono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved