Indonesia Soccer Championship
Aji Santoso Dilarang Dampingi Pemain Persela di Lapangan, Ini Alasannya
Aji menyayangkan keputusan komisi disiplin yang hanya menghukumnya, karena salah satu oknum Perseru Serui juga mengindimidasi wasit.
Penulis: Fitra Ariestianto | Editor: Musahadah
SURYA.co.id | LAMONGAN - Nasib kurang beruntung dialami Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso.
Aji dilarang mendampingi pemain pada satu kali pertandingan.
Hukuman ini dijatuhkan karena Aji dinilai menghina wasit Wendy Umar Senoaji yang memimpin pertandingan Perseru Serui menjamu Persela Lamongan, di Stadion Marora (17/10/ 2016).
''Sebelum saya dijatuhi sanksi, saya sudah sampaikan klarifikasi tuduhan penghinaan itu kepada komisi disiplin. Sanksi itu sudah saya ketahui dari manajemen, keputusan ini akan saya jadikan pelajaran dan saya syukuri saja,'' ujar Aji Santoso pada Rabu (27/10/2016).
Aji menyayangkan keputusan komisi disiplin yang hanya menghukumnya, karena salah satu oknum Perseru Serui juga mengindimidasi wasit.
Terlebih lagi hukuman yang diterimanya, tidak diperbolehkan banding.
"Harusnya mereka (Komisi Disiplin, red) lebih bijak mengambil keputusan. Pengawas pertandingan dan Manager Venue (Surya Simorangkir, red) jelas-jelas mengetahui kejadian intimidasi kepada wasit itu, mengapa tidak dilaporkan. Mengapa Perseru Serui tidak dijatuhi sanksi. Kenapa hanya saya saja yang memprotes keputusan wasit yang justru dijatuhi sanksi. Kalau mereka mau adil dan bekerja dengan hati, harusnya dilaporkan itu,'' imbuhnya.
Selain larangan mendampingi tim dalam satu laga, Aji juga didenda Rp 10 juta oleh PT GTS, selaku operator pertandingan Indonesia Soccer Championship (ISC) A.
Hukuman ini tentu saja merugikan karena pada Senin (30/10/2016), Persela harus menjalani lanjutan turnamen ISC A, melawan PS TNI di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/aji-santoso1_20150617_200338.jpg)