Breaking News:

Berita Surabaya

Surabaya Krisis Atlet Judo, Ini Langkah dari PJSI Jatim

"Saat ini di Judo dapat dibilang krisis pemain, padahal di Propinsi lain seperti Bali, Jawa Barat dan DKI Jakarta memiliki regenerasi yang pas. Di Sur

Penulis: Dya Ayu | Editor: Yoni
surya/Dya Ayu
Para pejudo junior dari beberapa kelurahan di Surabaya usai mengikuti latihan judo bersama pengurus PJSI. 

 SURYA.co.id | SURABAYA - Cabang Olahraga (cabor) Judo Jawa Timur (Jatim) khususnya untuk Surabaya, dipastikan judo Surabaya bakal kekurangan atlet untuk mengikuti gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja pada bulan Juli mendatang.

Dari 8 kelas cabor Judo yang dilombakan, Surabaya hanya memiliki sembilan atlet saja, terdiri dari dua atlet judo putra dan tujuh atlet judo putri yang berlaga di PON XIX Jabar lalu.

Bahkan dari 9 atlet yang ada, tidak semuanya bisa mengikuti PON Remaja, dikarenakan terkendala usia.

Idealnya di cabor Judo, dari delapan kelas yang dilombakan, total atlet yang harus dimiliki ialah sejumlah 48 putra dan 48 putri atlet.

"Saat ini di Judo dapat dibilang krisis pemain, padahal di Propinsi lain seperti Bali, Jawa Barat dan DKI Jakarta memiliki regenerasi yang pas. Di Surabaya dari sembilan atlet yang dimiliki untuk disalurkan ke KONI Jatim yang berpotensi hanya tiga sampai empat pemain saja," kata Soetrisno Pengurus Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jawa Timur kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Rabu (26/10/2016) petang.

Soetrisno menjelaskan, untuk mengatasi krisis atlet Jawa Timur khususnya di Surabaya yang saat ini tengah dialami cabor Judo, dirinya bersama pengurus PJSI Jatim telah mengadakan pencarian bibit pemain judo junior untuk persiapan mengikuti PON Remaja tahun depan.

"Mau tidak mau regenerasi harus dilakukan. Kalau kita bicara atlet junior di Surabaya ini nol atlet. Bagaimana kita mau ikut PON remaja kalau kita tidak punya atlet. Untuk itu harus mulai pembibitan usia dini, minimal agar ada perwakilan kita di PON remaja tahun depan," ketanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

"Untuk junior di PON remaja nanti, juga tidak dapat langsung dipanen karena saya anggap junior saat ini yang akan kami jaring baru dapat dipanen untuk persiapan PON empat hingga delapan tahun mendatang," imbuhnya.

Saat ini pihak PJSI Jatim tengah mengadakan kegiatan terjun kekelurahan dan kampung-kampung di Surabaya untuk mencari bibit muda dari siswa SD dan SMP untuk ikut serta dalam kegiatan judo kelurahan.

"Kami dari pengurus saat ini telah menjalankan kegiatan judo diajarkan dikampung-kampung untuk menjaring para pejudo junior khusus di Surabaya. Karena kami berpikir selain dari klub, anak-anak umum pasti ada yang berpotensi dan kami mencari atlet usia," terang Soetrisno yang sekaligus pembina pelatihan judo di kelurahan Surabaya itu.

Saat ini sebanyak lebih dari 300 pejudo junior ikut dalam pelatihan dan pembinaan tersebut.

Dari seluruh kelurahan di Surabaya, pengurus PJSI Jatim baru membuka pelatihan dan pembinaan di Kelurahan Ketintang, Putat Jaya dan Keputran.

Nantinya para junior yang rata-rata usia 7-15 tahun ini akan menjalani seleksi untuk disalurkan ke PJSI Jatim untuk menjalani pembinaan sebelum mengikuti kejuaraan tingkat nasional.

Seperti yang ttelah diketahui, di PON XIX Jabar, tim judo PON Jatim membawa pulang medali emas padahal judo Jatim mendapat target tiga medali emas harus dibawa ke Jatim.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved