Advertorial

Sikap DPRD Surabaya, Desak Hak Angket atas Sengketa Tanah Grand City 

Lahan tersebut hingga kini masih sengketa, antara pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan yakni ahli waris, Nur Aini (35) dengan pihak Grand City.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya/sugiharto
SENGKETA - Ahli waris penggugat lahan Grand City, Nur Aini, menunjukkan gambar sertifikat yang diklaim miliknya dalam hearing di Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (25/10/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - DPRD Kota Surabaya mendesak untuk segera dilakukannya hak angket atas kasus sengketa tanah yang kini ditempati mal Grand City Surabaya.

Pusat perbelanjaan di Jalan Gubeng Pojok 48-50 Surabaya ini disinyalir berdiri di atas lahan milik perorangan.

Lahan tersebut hingga saat ini masih sengketa, antara pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan yakni ahli waris, Nur Aini (35) dengan pihak Grand City.

Masing-masing mengklaim mempunyai bukti yang absah dan kuat.

Karena itulah, ahli waris bersama keluarganya mengadukan sengketa lahan tersebut ke DPRD Kota Surabaya.

Komisi B pun menindaklanjutinya dengan melakukan hearing (dengar pendapat) dengan semua pihak, Selasa (25/10/2016).

Tidak hanya menghadirkan Nur Aini dan pihak Grand City, Komisi B juga menghadirkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya, pihak Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, dan notaris.

Semua pihak terkait sengketa lahan seluas kurang lebih 5 hektare itu dihadirkan saat hearing di Komisi B.  Semua anggota Komisi ini juga lengkap hadir.

Bahkan Ketua DPRD Surabaya Ir Armuji juga hadir di forum hearing tersebut.

"Kami mendukung penggunaan hak angket untuk menuntaskan perselisihan antara warga dengan Grand City ini," kata Armuji usai hearing.

Tidak hanya perkara penggunaan lahan tersebut, namun kini juga meluas karena luasan lahan di mal tersebut bertambah menjadi sekitar 3.500 m2.

Tidak seperti yang dimiliki orangtua Nur Aini, Muhammad Al Maghribi. 

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mazlan Mansyur mengaku perlu mendudukkan semua pihak yang mengklaim paling berhak atas lahan 5 hekatare di mal megah itu.

Selain Mazlan, tampak pula anggotanya, Tri Didik Ardiono, Edi Rachmat, Baktiono, dan anggota lainnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved