Breaking News:

Opini

Opini : Kemudahan Online Shop dan Bahaya Konsumerisme

Situs belanja online merupakan salah satu agen komersial yang ikut mentransmisikan nilai-nilai konsumerisme.Di Indonesia, hal ini dapat dirasakan..

Editor: Eben Haezer Panca
huffington post
Ilustrasi 

Faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut antara lain lingkungan, budaya, teknologi dan pendapatan. Karena saat ini lingkungan sekitar kita sudah dimasuki oleh teknologi yang memberikan fasilitas untuk memenuhi segala kebutuhan kita. Setiap hari kegiatan atau aktivitas kita tidak lepas dari yang namanya smartphone atau internet. Baik untuk berkomunikasi dengan orang yang jauh lokasinya, mencari tugas dan kerjaan, hingga kegiatan transaksi belanja online.

Segala kemudahan dan kenyamanan online shop, konsumen saat ini seperti diberikan fasilitas yang bisa menjadikannya mempunyai sifat konsumtif. Karena online shop menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan toko atau tempat belanja biasa di dunia nyata. Berbagai harga yang menarik ditawarkan, maka tingkah laku konsumen pun mengalami perubahan yang signifikan. Biasanya konsumen terkecoh atau mudah tergoda dengan varian harga yang ditawarkan.

Rencana awal ingin membeli satu jenis barang, tapi karena ada harga diskon atau harga yang lebih murah maka konsumen akan mengubah rencana awal tersebut dan membeli jenis barang lebih dari satu. Faktor yang mempengaruhi konsumen sehingga lebih memilih online shop dibandingkan dengan toko yang sesungguhnya diantaranya, kenyamanan dan kemudahan dalam memilih barang, harga yang relatif lebih murah sehingga konsumen lebih tergiur untuk berbelanja online, serta rata-rata konsumen tidak mau ribet saat berbelanja.

Peneliti di bidang medis percaya bahwa otak manusia mengasosiasikan belanja dengan perasaan seperti melayang, serupa dengan yang dirasakan mereka yang mengonsumsi obat-obatan terlarang. Itu sebabnya mereka merasakan dorongan untuk belanja lagi dan lagi. Rasa gembira ketika berbelanja ini muncul karena terpicunya hormon endorphin dan dopamin yang dapat membuat seseorang merasa gembira.

Langkah – langkah yang diusulkan dalam menyikapi kebiasaaan konsumerisme belanja online antara lain melakukan kontrol terhadap diri sendiri terhadap kecanduan impulsive buyer dengan melibatkan keluarga untuk membantu proses penyembuhan gila belanja. Kedua, tidak menggunakan kartu kredit, menjalani terapi dengan hobi atau kesenangan yang baru sehingga hasrat belanja tidak terfikirkan.

Ketiga, memutus akses seperti tabloid, unsubscribe bulletin toko online, atau bisa juga memblokir situs langganan belanja. Keempat, menghapus semua aplikasi terkait belanja yang terpasang di ponsel maupun tablet. Terakhir, untuk membatasi anak remaja dalam hal ini pihak sekolah membuat peraturan mengenai hal-hal yang dapat menimbulkan perilaku konsumtif seperti pembatasan gadget.

Penulis : Nafik’ah Yunari
Mahasiswa Magister Bidang KeahlianTelematika CIO Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved