Penangkapan Terduga Teroris di Magetan

Gaji PNS "Haram" Menurut Keyakinan Dokter DR

"Dia (dokter Diah) dalam surat pengunduran dirinya itu dengan terus terang mengaku merasa tidak nyaman sebagai PNS. Kecuali itu hasil (gaji) dari PNS

Gaji PNS
surya/doni prasetyo
Rumah terduga teroris GW di Jalan Hasanudin, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. 

 SURYA.co.id |MAGETAN - Jauh sebelum Gatut Witono alias Sabarno terduga teroris yang ditangkap Densus 88 kemarin, Ternyata istrinya, dr Diah Ratnawati (DR) sudah memutuskan keluar dari PNS, dengan alasan sesuai keyakinanya hasil (gaji) PNS haram untuk diri dan keluarganya.

"Dokter Diah keluar sebagai PNS tahun 2007, itu setelah lima tahun diangkat sebagai PNS tahun 2002, dan terakhir menjabat sebagai Kepala Puskesmas Panekan Magetan,"kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Magetan Ehud Alawy kepada Surya, Rabu (26/10/2016).

Alasan keluar PNS, tambah Ehud, sesuai surat mengunduran dirinya, dia (dokter Diah) tanpa basa basi merasa tidak nyaman sebagai PNS dan menurut keyakinannya, hasil (gaji) kerja yang didapat dari PNS tidak baik (haram) untuk diri dan keluarganya.

"Dia (dokter Diah) dalam surat pengunduran dirinya itu dengan terus terang mengaku merasa tidak nyaman sebagai PNS. Kecuali itu hasil (gaji) dari PNS tidak baik ("haram"), tapi dia juga masih praktek dokter,"kaya Ehud Alawy kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Menurut Ehud, praktek dr DR di sejumlah klinik legal, semua izin resmi.

Makanya sebagai Kadinkes sempat merasa heran dengan pengunduran diri dokter ibu empat orang anak tersebut.

"Katanya gaji PNS tidak baik, tapi dia masih praktek dokter umum disejumlah klinik. Saya heran juga. Tapi menurut keyakinannya begitu, ya silakan saja,"kata Ehud sambil menarik nafasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sesuai informasi yang dihimpun Surya, dokter DR ini buka praktek di dua klinik, selain buka dirumahnya di Jalan Hasanudin 20, Selosari, Magetan.

Namun di klinik bersama di Jalan Pahlawan nama dokter DR sudah tidak dicantumkan, papan namanya sudah tidak ada ditempat.

Sedang di Klinik Muhammadiyah Pacalan, Magetan nama dokter DR sebagai dokter jaga masih dipasang.

Halaman
123
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved