Berita Ekonomi Bisnis

Fakta Menunjukkan 82 Juta Orang Indonesia Mulai Terbiasa Belanja Online

"Ini menunjukkan besarnya potensi perdagangan melalui elektronik atau e-commerce."

Fakta Menunjukkan 82 Juta Orang Indonesia Mulai Terbiasa Belanja Online
surya/sugiharto
Micro Banking Head Bank Mandiri Puntu Wijaya sedang menyampaikan presentasi di dalam diskusi bertema Strategi Penyaluran KUR dan pertumbuhan UMKM di Deolivia Cafe Suraaya, Rabu (26/10/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perkembangan teknologi yang luar biasa mendongkrak jumlah orang yang berbelanja secara online.

Direktur Utama PT Falent Indonesia Martono mengatakan, berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2016, dari total populasi penduduk Indonesia yang mencapai 256,2 juta orang, saat ini pengguna internet mencapai sebanyak 132,7 juta orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 82,2 juta atau 62 persennya ternyata sudah memanfaatkan internet untuk wahana belanja online.

"Ini menunjukkan besarnya potensi perdagangan melalui elektronik atau e-commerce," ujarnya saat sarasehan "Peran Wirausaha Muda dalam Perekonoman Daerah", yang digelar Komunitas Wartawan Ekonomi Bisnis Surabaya, Rabu (26/10/2016).

Dengan pasar yang luar biasa tersebut, Pengamat ekonomi Universitas Airlangga Imron Mawardi yakin bisnis belanja online ke depan atau terus tumbuh pesat seiring makin cepatnya perkembangan teknologi informasi.

"Sampai puluhan tahun ke depan ceruk bisnis di sektor ini akan terus bertahan," tegasnya.

Apalagi, dari sekitar 250 juta orang penduduk Indonesia, saat ini kepemilikan mobile phone mencapai 326 juta.

Ini menunjukan, ketergantungan orang terhadap teknologi informasi luar biasa.

"Termasuk dalam cara berbelanja, pasti ingin praktis dengan memanfaatkan online shop dan e-commerce," imbuh Imron.

Head of Bussiness Partner Bukalapak.com Rahmad Danu Andika menambahkan, dengan banyaknya e-commerce yang didukung akses internet, akan memungkinkan semua orang untuk menjadi pengusaha mulai skala UMKM, menengah hingga enterprise.

Saat ini, jumlah UMKM di Indonesia lebih dari 50 juta. Nah, yang menjadi pelapak atau menjual produknya di Bukapalak sebesar 1 juta dengan hits per hari kisaran 4 juta.

"Setiap tahun kinerja Bukalapak terus meningkat," katanya.

Mengacu dari situ, Andika yakin ke depan jual beli online akan menjadi pintu gerbang bagi UMKM Indonesia dan wirausaha muda untuk mengembangkan usaha menjadi lebih besar dan mendunia.

"Kami sendiri sudah melakukan itu dengan menjadikan Bukalapak sebagai Marketplace terbesar di Asia Tenggara,” tegas Imron.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved