Penangkapan Terduga Teroris di Magetan
Warga Kaget, Sosok Alim yang Kerap Menjadi Imam Salat itu Ditangkap Densus 88
Dia menilai pria yang ditangkap tim Densus 88 karena diduga terkait dengan jaringan bom bunuh diri di Polresta Surakarta, adalah warga yang tingkah...
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Musahadah
SURYA.co.id|MAGETAN - Penangkapan Gatot Witono, terduga teroris asal Jalan Hasanudin 20, Kelurahan Selosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan mengejutkan para tetangga.
Suparman, tetangga yang rumahnya berhimpitan tembok dengan rumah Gatot Witono mengaku tidak menyangka sosok yang kerap jadi imam salat itu ditangkap.
"Saya tidak menyangka Mas Gatot Witono sampai ikut-ikut jaringan seperti itu. Soalnya kepada tetangga juga tidak pernah cerita yang aneh aneh. Sholat juga sholat biasa, hanya memang dia sering jadi Imam masjid di lingkungan setempat,"kata Suparman.
Menurut Suparman, sosok Gatot Witono yang diburu tim Densus 88 itu punya saudara kembar.
Kembaran Gatot Witono juga pengusaha kulit, tapi aktivitasnya tidak sama dengan saudara kembarnya.
"Dia tinggal di Selosari, juga pengusaha kulit,"katanya.
Hal sama juga dikatakan Novi Haryanto, tokoh pemuda Selosari yang rumahnya persis depan rumah Gatot Witono.
Dia menilai pria yang ditangkap tim Densus 88 karena diduga terkait dengan jaringan bom bunuh diri di Polresta Surakarta, adalah warga yang tingkah laku dan penampilannya tidak beda dengan warga di kawasan Jalan Hasunudin.
"Bedanya Pak Gatot lebih tekun sembahyang dibandingkan warga sekitar. Kalau yang lainnya, sama. Dia juga sosialisasinya kepada warga sekitar sangat bagus,"kata Novi yang ditemui Surya Online, sedang nongkrong di warung sebelah rumah Gatot Witono.
Warga sering melihat, hampir setiap malam dirumah Gatot Witono, didatangi tamu tamu yang hampir kesemuanya menggunakan baju gamis, kalau perempuan pakai cadar, hingga larut malam.
Warga selama ini tidak menaruh curiga, karena memang Gatot Witono dikenal juga sebagai ustadz.
"Tidak hanya saya, tapi juga warga disini, melihat tamu tamu Pak Gatot yang datang itu hanya belajar ngaji atau mengadakan pengajian. Kami kaget juga kalau tahu tahu rumah Pak Gatot digerebek anggota Densus ini,"kata Novi Haryanto.
Keterangan dari sejumlah sumber di Polres Magetan, Gatot Witono sejak ditangkap di sekitar Jalan S Parman seusai mengantar anaknya sekolah.
Gatot kini dibawa ke Surakarta. Sedangkan, sebagian tim Densus lain menjemput istrinya dr DR di Jalan Pahlawan, yang kemudian dibawa ke Surakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-magetan-teroris_20161025_144216.jpg)