Berita Lamongan

Pengacara Korban Pencabulan dan Kapolsek Adu Mulut dan Saling Melotot

Tak sekadar peringatan, Slamet berlanjut mengusir massa yang konsentrasi di pelataran PN untuk menyingkir."Jangan disini. Ayo minggir ke sana...

Pengacara Korban Pencabulan dan Kapolsek Adu Mulut dan Saling Melotot
surya/hanif manshuri
Muksin berkopyah putih, tersangka dugaan pencabulan terhadap korban RA (16) anak dibawah umur saat hendak memasuki PN dan ruang sidang, Selasa (25/10/2016) 

SURYA.co.id lLAMONGAN - Suasana gaduh terjadi saat sidang perdana kasus pencabulan tersangka Muksin warga Paciran, di Pengadolan Negeri Lamongan, Selasa (25/10/2016) siang.

Kuasa hukum korban (RA), Wellem Mintarja, bersitegang dengan Kapolsek Kota Kompol Slamet dan Wakapolres, Kompol Arief Mukti Surya Adhi Sabhara.

Sidang perdana oknum ormas radikal ini memang mendapat penjagaan yang cukup ketat polisi.

Pasalnya, sejak penahanan Muksin ditangguhkan oleh Kajari, masyarakat Paciran memang tidak bisa menerimanya.

Ada sekitar  80 orang dengan menumpang 1 bus dan 3 unit Isuzu Elf station yang memadati sidang tertutup itu.

Kedatangan massa yang didampingi pengacara Wellem Mintarja bermaksud agar PN menahan Muksin setelah sidang perdana digelar.

"Tahan, tahan, tahan, tahan...,"teriak massa pembela korban.

Teriakan itu diulang - ulang massa yang hanya bisa konsentrasi di luar gedung PN. Tanpa bisa menikmati sedikitpun  jalannya sidang.

Massa berteriak keras agar tersangka ditahan, setelah sidang perdana usai digelar dan mendapati informasi kalau tersangka tidak ditahan oleh PN.

"Tahan, tahan , tahan. Kasus asusila dengan korban anak dibawah umur kok tidak ditahan,"teriaknya.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved