Berita Kampus Surabaya

Mahasiswa Ubaya Juara Inovasi, Buat 3 Tingkat Mainan Untuk Anak Autis

“Juara kedua dan ketiga juga sangat kompetitif, ide mereka bagus ekali. Tapi kata juri ide kami lebih orisinik,bentuk dan warnanya menarik,”ungkapnya

Mahasiswa Ubaya Juara Inovasi, Buat 3 Tingkat Mainan Untuk Anak Autis
surya/Habiburahman
EDUKASI UNTUK AUTIS - Ivon, Endmart dan Fransiska Felicia Nata memperagakan permainan edukasi untuk anak autis di "Teaching Industri" Ubya Panjangjiwo Permai Surabaya, Selasa (25/10/2016). Alat dibentuk menyerupai piring terbang ini dinamai "Spectroy"dan menjuarai Kompetisi Industrial Design Seminar & Competition (INDISCO) 2016. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mahasiswa Ubaya (Universitas Surabaya) kembali berinovasi dan menjadi Juara I dalam kompetisi Industrial Design Seminar & Competition (Indisco) 2016 di Semarang 21-23 Oktober 2016.

Mereka yaitu tim Sophrosyne yang terdiri dari Ivon (21), Fransiska Felicia Nata (21) dari Fakultas Teknik dan Endmart Yustitia (21) dari Fakultas Industri Kreatif.

Ketiga mahasiswa ini membuat produk permainan edukasi yaitu Spectroy untuk anak-anak autis.

Indisco 2016 mengangkat tema Lomba Desain Produk “Children’s Product” dengan tagline “Ethnographic and Socially Responsible Product”.

Dalam kompetisi kali ini, berbasis desain produk industri sehingga mahasiswa dituntut untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam mendesain produk untuk anak-anak usia 6-12 tahun sebagai bagian dunia industri kreatif.

“Pengambilan lokasi survei di Cita Hati Bunda School, dikatakan Ivon merupakan upaya etnografi dalam melihat secaravlangaung praktek sosial objek uang akan dijadikan sasaran dalam menggunakan permainan anak,“jelas Ivon sambil menjelaskan permainan yang ia buat bersama 2 temannya di Laboratorium Teaching Industry Ubaya, Selasa (25/10/2016).

Menurut Ivon, hal paling sulit yaitu menentukan jenis permainan yang akan mereka buat. Apalagi melihat berbagai macam permainan kreatif yang ada.

Hingga akhirnya saat survei mereka melihat permainan untuk anak autis sama dengan anak normal.

Padahal anak autis memiliki kebutuhan yang berbeda.

“Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah anak penyandang autisme, dan setelah sekitar tiga kali melakukan observasi memang kami putuskan untuk membuat permaian untuk anak autis. Dan kami buat praktis 3 permainan dikemas dalam satu wadah,” jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved