Berita Gresik

Ini Tujuan IkaPMII Gresik Gelar Lomba Menulis Esai

Lomba menulis dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan hari santri nasional (HSN) pada 22 Oktober dan dipuncakan kegiatan pada Senin (24/10/2016).

surya/sugiyono
PRESENTASI - Peserta lomba memaparkan karyanya di hadapan dewan juri, Selasa (25/10/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Cabang Gresik menggelar kegiatan menulis esai bagi masyarakat.

Hal ini dilakukan guna menjadikan Gresik sebagai kota literasi sejarah perkembangan ajaran Islam, mengingat banyaknya wali penyebar ajaran Islam di Pulau Jawa.

Lomba menulis dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan hari santri nasional (HSN) pada 22 Oktober dan puncak kegiatan pada Senin (24/10/2016), di Kantor PCNU Kabupaten Gresik, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

Peserta yang ikut dalam kompetisi menulis mencapai 10 orang. Tapi hanya diambil tiga besar yang kebetulan semuanya alumni pondok pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin, Desa Suci, Kecamatan Kebomas.

"Lomba menulis esai ini untuk mendorong budaya Gresik yakni budaya literasi dan melestarikan kearifan lokal melalui kompetisi esai. Gresik sebagai kota santri juga menjadi etalase peradaban nusantara. Contohnya, Sunan Giri dan Sunan Prapen, beliau merupakan rujukan kerajaan-kerajaan Islam awal nusantara," kata Ketua IKAPMII Kabupaten Gresik Zainuddin Maskur, Selasa (25/10/2016).

Dari karya 10 peserta hanya 3 peserta yang dapat meraih penghargaan. Karya tulis tersebut akan dijadikan buku untuk menambah literasi bacaan di perpustakaan daerah dan menjadi bacaan masyarakat Gresik.

"Pembukuan itu setelah melalui proses perbaikan dan pendalaman karya esai masing-masing penulis. Sehingga dari kompetisi esai yang diselenggarakan ini salah satu bukti santri di PMII dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016," imbuhnya.

Tiga besar penulis esai tersebut semuanya alumni Ponpes Mambaus Sholihin.

Mereka adalah juara pertama Saeful Anam dari Ponpes Mambaus Sholihin dengan judul esai 'Islam Inklusif: Studi Tari Kreceng Bawean'.

Juara kedua Ali Shodikin penulis Majalah Majalis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, judul 'Mistisisme Pesantren dalam Realitas Sosial, Epistimologi Irfani dalam kisah mistis di Pesantren Mambaus Sholihin'.

Sedangkan juara tiga Ahmad Rofiq, penulis buku dan penulis Majalah Pendidikan dengan judul esai 'Pahatan-pahatan Sufistik Abah Toyib Kecamatan Wringinanom'.

"Untuk mengenang sejarah para orang tua yang terdahulu. Jika tidak dibukukan akan bangsa Indonesia akan kehilangan sejarah. Dimulai dari mulai menulis terkecil di desa masing-masing," kata Ahmad Rofiq penulis buku 'Buku Jagat Kyai Gresik'.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved