Berita Magetan

Sepekan, 17 Pengendara Motor Celaka di Jalan ini

Dalam sepekan, 17 pengendara kendaraan bermotor roda dua celaka di lokasi itu. Seorang di antaranya anggota TNI AU yang terluka dan harus...

Sepekan, 17 Pengendara Motor Celaka di Jalan ini
surya/doni prasetyo
Pekerja UPTD Wilayah tiga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Magetan, memperbaiki jalan rusak berlubang akibat bekas galian pipa instalasi air PDAM Magetan yang sudah mencelakai 17 orang. 

SURYA.co.id I MAGETAN - Jalan berlubang di Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan akibat bekas galian perbaikan pipa instalasi air PDAM membawa korban.

Dalam sepekan, 17 pengendara kendaraan bermotor roda dua celaka di lokasi itu. Seorang di antaranya anggota TNI AU yang terluka dan harus diangkut pakai ambulans.

Akibat itu, jalan kelas tiga yang sering dilewati kendaraan melebihi tonase itu sempat ditanami pohon pisang oleh warga setempat.

Ini dilakukan agar tidak ada korban lagi yang terperosok jalan tersebut. Dan juga sebagai kritik kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan.

"Baru dua hari lalu, dalam semalam ada tiga korban yang jatuh, karena lubang jalan itu. Ketiga korban relatif luka parah, satu orang Desa/Kecamatan Ngariboyo, dua warga Desa Temboro, Kecamatan Karas,"kata Eko Sugeng, warga yang rumahnya tepat di sebelah lubang jalan itu, kepada Surya Online, Minggu (23/10/2016).

Eko Sugeng membenarkan dari 17 orang yang celaka akibat terperosok jalan berlubang yang tepat di depan rumah anggota Polisi Resor Magetan dan mantan Kepala Desa setempat itu salah satunya anggota TNI AU warga Desa Winong, Kecamatan Maospati.

"Anggota TNI AU itu bertugas di Jogjakarta. Dia dilarikan dengan ambulans ke RSU Lanud Iswahjudi. Informasinya patah tulang kaki,"ujar pekerja pabrik gula Poerwodadi, Glodok, Kecamatan Karangrejo, Magetan ini.

Kepala UPTD Wilayah V, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Magetan, Hadzaini Aziz membenarkan, kerusakan jalan yang sering mencelakan pengendara kendaraan bermotor itu akibat urukan bekas galian perbaikan pipa instalasi air PDAM.

"Disini banyak instalasi pipa air PDAM, mestinya saat perbaikan itu tanah urukan menggunakan Agregat (campuran pasir dan batu kerikil), tapi hanya diurug tanah biasa, sehingga amblas yang dalam,"kata Aziz begitu biasa dipanggil kepada Surya Online, Minggu (23/10/2016).

Apalagi, tambah Aziz, jalan kelas tiga yang seharusnya tidak diperbolehkan dilewati kendaraan melebihi tonase di atas tiga ton itu, faktanya setiap har dilewati kendaraan tersebut.

"Sudah urukan tidak sesuai dengan teknis, kendaraan yang lewat hampir seluruhnya melebihi tonase, tidak sesuai kelas jalan yang ada,"kata Aziz.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved