Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

Pengadaan Sarana Prasarana PTN di Jatim terkendala Pemotongan Dana, ini Reaksi Paguyuban Rektor

Pengadaan sarana dan prasarana, seperti laboratorium/bengkel/studio dan rumah sakit pendidikan, merupakan fasilitas penunjang daya saing.

surya/ahmad zaimul haq
Bangunan Rumah Sakit Pendidikan Unair sarana dibutuhkan untuk meninkatkan daya saing. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembangunan sarana prasarana Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Timur banyak mengalami hambatan.

Proyek pembangunan yang didanai Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tersebut tidak sepenuhnya mendapat pendanaan di tahun ini.

Hal ini lantaran tahun 2016 terdapat pemotongan anggaran pendidikan tinggi sekitar Rp 1,95 triliun, Rp 1,8 triliun di antaranya merupakan efisiensi pengadaan efisiensi sarana prasarana.

Hal ini disayangkan banyak PTN, Ketua Paguyuban Rektor PTN se-Jatim, Mohammad Hasan menjelaskan hal ini berisiko terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Pengadaan sarana dan prasarana, seperti laboratorium/bengkel/studio dan rumah sakit pendidikan, merupakan fasilitas penunjang yang dibutuhkan untuk meningkatkan mutu dan daya saing di Indonesia.

Jika tidak ada kepastian keberlanjutan dana dalam pengadaan sarana dan prasarana, PT pesimistis dengan komitmen pemerintah mengedepankan kualitas pendidikan tinggi.

“Kalau di Jember ada yang belum tuntas, Unair juga ada. Bisa jadi di 10 kampus itu ada,”ungkapnya menanggapi sejumlah PTN yang masih memiliki sarana prasarana belum tuntas seperti pembangunan gedung yang mangkrak pada SURYA.co.id, Minggu (23/10/2016).

Kebutuhan PTN, lanjutnya, untuk pemenuhan sarana prasarana memang cukup banyak. Namun, memang masih ada pendanaan yang dibutuhkan untuk menuntaskan pembangunan sarana prasarana tersebut.

“Tidak ada pemenuhan sarpras dari dana APBN, mungkin nanti ada di APBNP. Jumlahnya saya tidak tahu persis, pastinya bervariasi tiap PTN,”jelas pria yang juga menjabat sebagai rektor Universitas Negeri Jember ini.

Namun, ketika pendanaan yang diberikan terlalu dekat dengan waktu pelaporan yang ditetapkan. Menurutnya, PTN juga akan ragu untuk bisa menyerap anggaran tersebut untuk pembangunan sarana prasarana.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved