Berita Ekonomi Bisnis

Panen Tembakau Anjlok 60 Persen, Petani Berharap Pemerintah Berikan 3 Insentif ini

Penurunan itu akibat musim kemarau pendek dan tingkat panas yang kurang, karena masih sering hujan.

Panen Tembakau Anjlok 60 Persen, Petani Berharap Pemerintah  Berikan 3 Insentif ini
surya/muchsin rasjid
Petani tembakau memetik pucuk tembakau yang sebagian tidak dibutuhkan, demi kualitas tembakau. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Panen tembakau di musim tanam tahun 2016 ini, mengalami penurunan hingga 60 persen.

Penurunan itu akibat musim kemarau pendek dan tingkat panas yang kurang, karena masih sering hujan.

Kacaunya musim kemarau tahun ini diakibatkan badai La Nina.

Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Budidoyo, merosotnya panen tembakau di musim ini, tercatat sekitar 80.000 ton.

"Sementara panen atau produksi tembakau pada musim tanam tahun 2015 lalu, mencapai 200.000 ton," jelas Budidoyo, Minggu (23/10/2016).

Imbas dari merosotnya produksi tbakau tahun ini, Budiyono memprediksi akan adanya tembakau impor. Mengingat kebutuhan industri pada tembakau sangat tinggi.

Total kebutuhan tembakau untuk industri rokok di Indonesia mencapai 320.000 ton per tahun.

Budiyono berharap, pemerintah bisa memberikan insentif ke petani tembakau yang mengalami anjloknya panen tembakau. Salah satu insentif yang diminta yakni penyediaan bibit tembakau, permodalan maupun penyediaan pupuk.

“Ini momen yang pas, sebab kami gagal panen dan kondisinya lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya bahkan dari tahun 2010,” jelas Budidoyo.

Jika pemerintah tidak memberikan insentif maka upaya untuk menekan impor tembakau sampai tinggal 20 persen sesuai dengan RUU Pertembakauan akan sulit dicapai.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved