Hukum Kriminal Surabaya

Ayah Biadab, Anak Tiri Dicabuli sejak SMP, Pelaku Ngaku Tak Tahan Lihat Kemolekan Tubuh Korban

"Biasanya sehabis hubungan intim, saya janjikan akan membelikan baju kepada korban," ungkap Yanto.

Ayah Biadab, Anak Tiri Dicabuli sejak SMP, Pelaku Ngaku Tak Tahan Lihat Kemolekan Tubuh Korban
surya/rizki mahardi
Kapolsek Lakarsantri Kompol Slamet Sugiarto (kiri) memperlihatkan pelaku pencabulan anak tiri di Mapolsek Lakarsantri Surabaya, Minggu (23/10/2016). 

SURYA.co.id l SURABAYA - Rohmat (30) warga Jeruk Lakarsantri  Barat Surabaya ini harus berurusan dengan Polsek Lakarsantri. Pasalnya, ayah tiri ini tega menyetubuhi anak tirinya yang masih dibawah umur.

"Saya khilaf Pak, soalnya saya tak kuasa menahan nafsu kemolekan tubuh anak saya,"akunya Rohmat kepada polisi.

Rohmat mengaku, jika dirinya sudah empat kali menyetubuhi anaknya yang berinisial RN (17).

"Sudah empat kali saya berhubungan intim dengan RN. Dari sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga kelas satu Sekolah Menengah Atas (SMA). Biasanya sehabis hubungan intim, saya janjikan akan membelikan baju kepada korban," ungkapnya.

Kejadian itu terbongkar ketika paman korban melapor ke Polsek Lakarsantri bahwa keponakannya telah menjadi korban aksi pencabulan ayah tirinya.

Peristiwa itu berawal korban yang sering ditinggal ibu kandungnya bekerja. Sedangkan Yanto (ayah tirinya,red) sering menghabiskan waktu di rumah karenak pekerja serabutan.

Saat itulah tersangka mulai melihat celah dan melampiaskan aksi bejatnya tersebut kepada anaknya.

Kapolsek Lakarsantri Surabaya Kompol Slamet Sugiarto mengatakan, awal pencabulan ini dilakukan oleh tersangka yang saat itu hendak makan siang, namun urung ketika melihat korban yang hendak mandi.

Ketika melihat RN masuk kamar mandi, pelaku pun langsung mengurungkan niatnya untuk makan siang.

"Tersangka saat itu sempat mencekram tangan kanan korban dan menghimpit badan korban ke bak mandi dengan posisi berhadapan. Kemudian aksi persetubuhan di dalam kamar mandi itu pun tak terhindarkan. Dari situlah awal proses pencabulan itu terjadi,” tutur Slamet Sugiarto, Minggu (23/10/2016).

Dia menambahkan, korban juga sempat diancam oleh tersangka agar tidak mengadu ke ibunya atau keluarga lainnya atas kasus pencabulan tersebut.

“Pelaku juga sempat mengancam korban, bahwa akan membunuhnya, jika korban tak mau melayani nafsu bejatnya,” imbuh Kapolsek.

Kini akibat perbuatannya, pelaku harus mendekam di balik jeruji besi Polsek Lakarsantri guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku dijerat Pasal 76 D UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Penulis: Rizki Mahardi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved