Berita Magetan

Hidup Berkecukupan Berkat Sampah Botol Plastik, Inilah Orangnya

"Kita hanya terima seset (mensortir membuang lebel merek dan tutup), nanti setelah bersih kita masukan karung, diambil orang juragan Sunar,"kata Marya

Hidup Berkecukupan Berkat Sampah Botol Plastik, Inilah Orangnya
Surya/Doni Prasetyo
Setiap rumah warga di wilayah Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan hampir bisa dilihat sampah botol plastik yang menggunung. Dari sampah botol plastik ini kehidupan warga di wilayah Poncol bisa berkecukupan. 

 SURYA.co.id | MAGETAN - Siapa sangka dari sampah botol palstik warga di wilayah Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan bisa hidup serba berkecukupan. Selain rumah bertingkat bergaya moderen dengan pilar pilar tinggi, hampir setiap rumah punya mobil pribadi.

"Kita hanya terima seset (mensortir membuang lebel merek dan tutup), nanti setelah bersih kita masukan karung, diambil orang juragan Sunar,"kata Maryam, warga Mbetak, Dusun Jati, Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan kepada Surya, Sabtu (22/10/2016).

Untuk tenaga seset, lanjut Maryam, setiap satu kilogram dihargai Rp 400. Dalam sehari warga disini rata rata bisa membersihkan empat sampai lima kuintal atau Rp 200 ribu sehari.

"Sampah botol plastik ini didapat dari juragan Sunar, warga Dusun Gondang, Desa/Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Juragan Sunar sendiri dapat dari tukang loak keliling,"kata Maryam, yang mengaku dari kerja sambilan seset sampah botol plastik ini, setiap bulan bisa kantong uang tidak kurang dari Rp 5 juta kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Diungkapkan Maryam, bisnis mengumpulkan sampah botol plastik bekas ini dimulai dari Sunar, yang sekarang diangkat menjadi juragan, saat belum pindah rumah ke Gondang, Desa/Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan delapan tahun silam.

"Juragan Sunar itu dulu kerja di Amerika, katanya disana juga ada pengumpul sampah botol plastik yang kemudian disetor ke pabrik untuk di daur ulang. Dari situ, setelah pulang ke Poncol, Juragan Sunar menampung sampah botol,"kata Maryam, yang rumahnya tepat didepan rumah masa masih bujangan Juragan Sunar di Dusun Jati.

Sementara Darmo Sirin juga tukang seset, warga Desa/Kecamatan Poncol ini mengatakan, musim hujan merupakan kendala bagi tenaga seset. Karena aktifitas seset hampir dilakukan diluar rumah, seusai pekerjaan di kebun atau hutan.

"Seset ini sambilan, tap malah membawa berkah. Ini juga dari Juragan Sunar,"kata Darmo Sirin, yang mengaku kerja seset dengan istrinya bisa setor sampah botol itu minimal lima hingga enam kuital, kepada Surya, Sabtu (22/10).

Menurut Darmo Sirin, di wilayah Kecamatan Poncol ada beberapa desa yang ikut kerja seset untuk Juragan Sunar. Dari sampah botol plastik ini, rupiah yang berputar setiap hari di wilayah Kecamatan Poncol mencapai puluhan juta rupiah.

"Setiap hari Juragan Sunar setor botol bekas yang sudah di press itu ke Surabaya dengan empat hingga lima truk. Bagi warga desa, hasil kerja Rp 200 ribu sehari sangat banyak, apalagi hanya kerja sambilan,"ujar Darmo Sirin seraya mengatakan saat ini banyak warga desa diluar Poncol, ikut kerja seset ke Juragan Sunar.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved