Berita Mojokerto

Pengembangan Jalur Ganda KA Surabaya-Madiun Batal Terlaksana Tahun Ini, Penyebabnya. . .

Pembangunan jalur ganda ini dilakukan secara bertahap. Dimulai dari Solo, pembangunan terus berlanjut hingga Mojokerto, dan bersambung ke Surabaya.

Pengembangan Jalur Ganda KA Surabaya-Madiun Batal Terlaksana Tahun Ini, Penyebabnya. . .
Surya/Hanif Manshuri
Para pemancing di Babat yang menentang bahaya, dekat dengan double track, Minggu (6/3/2016) 

SURYA.co.id|MOJOKERTO - Rencana pengembangan double track (jalur ganda) rel kereta api antara Surabaya-Madiun yang direncanakan akhir 2016 ini bakal molor hingga tahun 2017.

Penyebabnya, ada pengalihan anggaran pengembangan jalur rel di pulau lain.

Manajer Humas PT KAI Daops 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko menjelaskan, rencana awal memang pembangunan double track Surabaya-Madiun sepanjang 130 km dilakukan tahun ini.

Namun rupanya pemerintah pusat belum menganggarkan dana untuk double track di jalur Surabaya-Madiun.

"Dana itu dialihkan untuk pengadaan jalur di Sulawesi," ujarnya kepada wartawan, Jumat (21/10/2016).

Dengan pengalihan dana untuk jalur di Sulawesi, maka otomatis rencana pengembangan jalur ganda di Surabaya-Madiun, termasuk jalur Kertosono-Mojokerto baru bisa terlaksana tahun depan.

Tahun ini fokus pengerjaan double track adalah di jalur Solo-Madiun sepanjang 100 km.

Pembangunan jalur ganda ini dilakukan secara bertahap. Dimulai dari Solo, pembangunan terus berlanjut hingga Mojokerto, dan bersambung ke Surabaya.

Begitu jalur Solo-Madiun tuntas, maka mulai 2017, pembangunan dilanjutkan dari Madiun hingga Kertosono, lalu Kertosono hingga Surabaya.

Sebelum pembangunan double track dilakukan, maka harus ada proses penertiban bangunan di area jalur rel milik PT KAI.

"Untuk ini tentu dari pemda perlu menyediakan lahan baru bagi pemilik bangunan yang menempati lahan milik kami," katanya.

Sedangkan Kepala Stasiun Mojokerto, Wahyudi Cahyadi sebelumnya menjelaskan, pembangunan rel double track jalur tengah ini adalah usulan Pemprov Jatim dan sudah disetujui Kementerian Perhubungan (Kemenhub). "Proses pembangunan rel double track ini dilakukan secara bertahap," ujarnya.

Adapun untuk persiapan sebelum jalur Kertosono-Mojokerto hingga Surabaya digarap, PT KAI bakal mendata berapa banyak bangunan yang berdiri di area rel KA, terutama di jalur rel Mojokerto.

"Sesuai dengan aturan, maka 15 meter dari rel harus bebas dari bangunan. Jika ada bangunan di sepanjang rel KA itu, maka harus ditertibkan. Kami akan mendapatkan data berapa bangunan yang harus dibebaskan untuk pembangunan double track ini," paparnya.

Pembangunan jalur ganda sebenarnya telah dilakukan sejak 2014 yang dimulai dari Solo menuju Ngawi, sedangkan jalur ganda lintas utara Surabaya-Jakarta saat ini sudah beroperasi.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved