Profil
Dian Lestari Tak Mau Pakai Kosmetik Abal-abal, Selalu Pilih Produk Terbaik
Dia selalu pakai produk terbaik dari merek-merek tertentu. Apalagi kliennya adalah kalangan menengah atas.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Power of make up. Itulah alasan Dian Lestari menggeluti seni mempercantik wajah ini sebagai profesi yang menyenangkan.
Bungsu dari empat bersaudara ini mengaku tak mengenyam pendidikan khusus di bidang kecantikan. Semua dijalani sambil belajar sebagai beauty advisor pada 2004-2008.
“Intinya adalah saya suka yang berbau seni. Dan saya suka melakukan pekerjaan yang bisa dilihat dan dinilai banyak orang,” cetus Dian yang jadi langganan mempercantik diri para sosialita ini.
Soal kosmetik Dian menegaskan tak pernah main-main dengan yang abal-abal. Dia selalu pakai produk terbaik dari merek-merek tertentu. Apalagi kliennya adalah kalangan menengah atas.
“Siapa pun customernya saya selalu memberi yang terbaik. Soal kosmetik biasanya menyesuaikan jenis kulit customer. Bisa juga menyesuaikan permintaan costumer jika dia memang fanatik pada produk tertentu,” ungkap gadis yang hobi berat renang ini.
Menurut Dian, kalau klien puas pasti terpancar aura kecantikan dan jadi semakin percaya diri dengan hasil make up-nya. Untuk itu dia selalu menanyakan komentar kliennya setiap usai dirias.
“Saya siap dikritik, sehingga tahu kelemahan saya. Tapi saya bersyukur, selama ini customer selalu puas dengan riasan saya,” tutur Dian yang juga sempat diberi kepercayaan mempercantik DJ Una.
Dian juga bersyukur tak pernah mengalami masalah dengan kosmetik-kosmetik yang dia pakai sendiri maupun untuk kliennya. “Kalau untuk diri sendiri, saya selalu berusaha mengurang gorengan agar tidak jerawatan,” cetusnya sambil tersenyum.
Terkait maraknya ditemukan kosmetik abal-abal, Dian menekankan jangan sampai tergiur pada harga murah.
“Contoh lipstik. Bila tergiur iming-iming harga murah tanpa diteliti dulu keaslian produknya, pasti menimbulkan efek hitam pada bibir,” cetusnya mengingatkan.
Produk kecantikan yang tidak jelas asal usulnya, lanjut Dian, biasanya mengandung merkuri yang banyak. Karena itu Dian meminta supaya konsumen teliti pada semua produk kecantikan ini.
“Jika sudah sering beli pasti hapal tekstur kosmetik itu abal-abal atau bukan. Sebab, setiap kosmetik yang asli pasti punya ciri khusus yang tak bisa ditiru oleh produsen lainnya. “Yang juga penting adalah mencermati tanggal kadaluarsanya, ini yang sering tak diperhatikan konsumen,” bebernya.
Sebelum melakukan ‘reparasi’, Dian selalu berusaha melihat kekurangan dari sosok kliennya.
Setelah itu, wanita kelahiran Surabaya, 4 Agustus 1985 ini mulai melakukan tugasnya membuat beda tampilan kliennya sehingga terlihat lebih menarik. Yang sering dilakukan Dian adalah konsep minimalis.
Artinya, Dian yang lulusan SMA Kertajaya ini cenderung suka menonjolkan bagian mata sehingga lebih menarik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dian-lestari-kelahiran-surabaya-4-agustus-1985_20161021_223320.jpg)