Berita Pasuruan
Demi Tujuan Ini, PKL dan Parkir Liar Diobrak dari Alun-alun Kota Pasuruan
Ia menginginkan alun - alun ini steril dan kembali pada fungsi utama sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau sarana hiburan dan rekreasi.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Musahadah
SURYA.co.id|PASURUAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan serius menata kawasan alun - alun Pasuruan agar bebas dari parkir liar dan puluhan pedagang kaki lima (PKL).
Saat ini, Pemkot sudah merelokasi para PKL yang kerap mangkal di kawasan alun - alun siang ataupun malam hari. Dan beberapa waktu lalu, Pemkot sudah menertibkan parkir liar di alun - alun.
Wali Kota Pasuruan Setiyono mengatakan, pemkot bertekad membersihkan kawasan alun - alun.
Ia menginginkan alun - alun ini steril dan kembali pada fungsi utama sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau sarana hiburan dan rekreasi.
"Kami ingin alun - alun ini bersih tanpa ada gangguan sama sekali. Tidak ada parkir liar ataupun PKL," katanya, Jumat (21/10/2016).
Setiyono menjelaskan, untuk sementara , para PKL dipindahkan masuk ke dalam eks kantor Dispenda atau dekat dengan Pendopo Kabupaten Pasuruan.
Ke depan, ia menyebut pihaknya sedang mengerjakan relokasi yang memadai. "Ini hanya sementara saja, ke depan kami siapkan tempat yang layak," paparnya.
Sekadar diketahui, beberapa lokasi yang disiapkan untuk relokasi, diantaranya berada di komplek Pasar Poncol, Jalan Sumatera, Belitung dan halaman eks Kantor Dishub Kota Pasuruan.
"Para PKL ini akan kembali ditata ulang setelah Pemkot Pasuruan melakukan pembenahan kawasan Alun-alun yang dipadukan dengan wisata religi makam KH Abdul Hamid" imbuhnya.
Saat ini, kata dia, pihaknya sudah memasang beberapa lampu di tempat jualan PKL untuk sementara.
Seperti lima lampu di eks kantor Dispenda. Kawasan itu, ramai PKL saat malam hari. "Nanti akan kami benahi lagi. Termasuk membersihkan beberapa kotak sampah yang ada di lokasi," tandasnya.
Jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun - alun Pasuruan saat ini membludak dari sebelumnya. Muncul banyak PKL siluman di kawasan ini.
Awalnya, pihaknya mendata ada 144 PKL. Namun, saat ini berubah menjadi 236 PKL. "Akan kami verifikasi kembali nanti, mana PKL yang sudah lama berjualan dan tidak. Karena tidak semua yang akan mendapatkan tempat saat relokasi nantinya," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-pasuruan-razia-pkl_20161021_132146.jpg)