Berita Pamekasan Madura

Ini Jawaban JCW Jatim Soal Batalnya Audiensi yang Digelar LSM JCW Pamekasan

"Namun berbeda dengan yang ada di kecamatan Palengan yang justru mempolitisir masyarakat yang mau transparan dianggap sebagai provokator. Dan lebih pa

Ini Jawaban JCW Jatim Soal Batalnya Audiensi yang Digelar LSM JCW Pamekasan
surya/muchsin
Kapolsek Palengaan, AKP Soleh dan Camat Palengaan, Supriyanto saat menemui anggota LSM JCW Pamekasan, Jumat (21/10/2016) 

 SURYA.co.id | PAMEKASAN –  Terkait pemberitaan Surya online yang berjudul "Batalkan dialog, LSM JCW Pamekasan Nyaris diamuk Massa, yang diuungah hari Jumat (21/10/2016) ,  maka Jatim corruption Watch (JCW) Jawa Timur merasa keberatan dengan pemberitaan tersebut.

Menurut JCW Jatim, bahwa, rencana audiensi, terkait transparansi realisasi program ADD dan DD tahun 2016 di Desa Larangan Badung dan Desa Kacok, sebenarnya akan terlaksana sesuai dengan surat yang dikirim oleh pihak LSM JCW.

Namun ketika aktivis dari JCW dan pemuda desa Larangan Badung dan pemuda desa Kacok hendak berangkat ke kecamatan Palengan untuk menggelar audiensi, ternyata camat, dan beberapa kepala desa di kecamatan Palengan mengumpulkan massa yang bertujuan untuk menggagalkan audiensi yang akan dilaksanakan.

Hadirnya beberapa kepala desa dan massa yang bertujuan untuk meggagalkan acara, diketahui oleh pihak aktivis LSM JCW (khairul Kalam) dari salah satu kades di kecamatan Palengan yang mendapatkan informasi dari camat palengan, bahkan pada waktu itu camat palengan melalui salah satu kades memeinta kepada pihak JCW dan tokoh pemuda Larangan Badung dan Kacok untuk tidak datang ke kecamatan Palengan.

Hal itu untuk menjaga kondusifnya kecamatan Palengan. Sehingga keterlambatanpihak LSM JCW ke kecamatan Palengan merupakan akibat permintaan dari camat palengan untuk tidak datang.

Kedatangan beberapa kepala desa yang membawa massa, seperti kepala desa palengan daya, kades angsanah, kades rombuh menimbulkan pertanyaan besar bagi pihak JCW.

Karena sangat jelas tertera dalam surat resmi yang dikirim LSM JCW kepada camat Palengan, bahwa audiensi tersebut hanya melibatka kades Larangan Badung, kades Kacok, Ikasa Palengan, Kasi PMD dan bakap camat, tapi mengapa camat Palengan harus mengundang kepala desa yang lain dan harus membawa massa???.

Penghadangan terhadap LSM JCW untuk tidak melaksanakan audiensi, justru menimbulkan pertanyaan besar bagi sejumlah kalangan terkait realisasi program ADD dan DD tahun 2016 di Kecamatan palengan. Mengapa beberapa kepala desa begitu ngotot untuk menggagalkan audiensi tersebut.

Rencana audiensi tersebut merupakan itikad baik dari masyarkat desa Larangan Badung dan Desa Kacok yang meminta pendampingan pada LSM JCW untuk persoalan transparansi program ADD dan DD tahun 2016.

Karena hal itu sudah sesuai dengan amanat undang-uandang terutama pasal 68 UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa.

Dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa.

"Namun berbeda dengan yang ada di kecamatan Palengan yang justru mempolitisir masyarakat yang mau transparan dianggap sebagai provokator. Dan lebih parah lagi hal itu dilakukan oleh seorang camat," kata DR.H.M Sajali SH. selaku Ketua Umum JCW Jawa Timur dalam hak jawab yang dikirim ke redaksi hari ini, Kamis (27/10/2016).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Yoni
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved