Berita Bisnis

Makin Digemari, Produk Minuman Kesehatan Mulai Geser Jamu Tradisional

Pihaknya akan terus mengembangkan jenis minuman kesehatan, dari saat ini hanya empat jenis menjadi tujuh.

surya/mujib anwar
Owner PT Jamu Iboe Jaya Stephen Walla (kanan) dan Product Group Manager Perry Anglishartono lagi santai ditemani minuman kesehatan, Kamis (20/10/2016) di Gerai Jamu Iboe, dalam Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2016, di Grand City, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Produsen jamu mulai menggeser produksinya ke minuman kesehatan.

Ini seiring makin digemarinya produk minuman kesehatan oleh masyarakat.

Owner PT Jamu Iboe Jaya Stephen Walla mengatakan, ada tiga produk yang dihasilkan pabrik miliknya.

Yakni, jamu tradisional berupa seduhan, jamu modern yang berbentuk kapsul, dan minuman kesehatan.

Dari tiga produk itu, minuman kesehatan merupakan produk terbaru yang diluncurkan ke masyarakat tahun 2012 lalu.

"Nah, dalam waktu lima tahun saja, minuman kesehatan telah digemari oleh masyarakat," ujarnya, Kamis (20/10/2016), disela-sela Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2016, di Grand City, Surabaya.

Saat ini, kata Stephen, dari total market share produk Jamu Iboe, jamu seduh masih mendominasi dengan penjualan mencapai 40 persen.

Disusul jamu kapsul 35 persen, dan penjualan minuman kesehatan sudah mencapai 25 persen.

"Lebih dari 50 persen konsumennya berada di pulau Jawa. Sedangkan sisanya tersebar di berbagai wilayah lain di Indonesia," terangnya.

Dengan trend penjualan terus meningkat, pihaknya optimis dalam waktu tiga sampai lima tahun ke depan, penjualan minuman kesehatan akan menyalip jamu seduh.
Karena yang suka dengan dengan minuman kesehatan adalah segala usia.

Halaman
12
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved