Berita Mojokerto

Bus Harapan Jaya Seruduk Kantor dan Asrama Ponpes di Mojokerto, Ini Penyebabnya

"Saat itu, memang hanya ada lima truk di depan. Posisi truk dan bus di sebelah kanan jalan," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Bus Harapan Jaya Seruduk Kantor dan Asrama Ponpes di Mojokerto, Ini Penyebabnya
surya/sudarma adi
Bus Harapan jaya seruduk kantor dan asrama Ponpes di Mojokerto 

 SURYA.co.id | MOJOKERTO - Tabrakan yang terjadi pada bus Harapan Jaya jurusan Tulungagung-Surabaya itu tak lepas dari human error.

Bus bernopol AG 7134 US itu menabrak pagar, papan nama dan sebagian asrama Pondok Pesantren Riyadlul Jannah karena sopir yang mengantuk.

Ini dituturkan sopir bus Harapan Jaya, Sunawan (35). Dia menjelaskan, saat itu dia membawa sekira 13 penumpang dari Jombang mau ke Surabaya.

"Saat itu saya memang melaju dengan kecepatan sedang, sekira 60-70 km/jam," tuturnya di lokasi, Kamis (20/10/2016).

Kemudian, ketika bus berada di Jl Raya Brangkal Kecamatan Sooko, laju bus diperlambat atau sekira 40-50 km/jam.

Itu karena di jalan itu banyak kendaraan yang menuju Surabaya. Saat di dekat TKP, ada antrean lima truk di depannya, sehingga bus melambat.

"Saat itu, memang hanya ada lima truk di depan. Posisi truk dan bus di sebelah kanan jalan," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Karena ingin menyalip truk dan segera sampai di Surabaya, bus itu lalu mengambil jalur kiri yang bebas kendaraan. Namun ketika menyalip dari kiri dan melajukan bus, tiba-tiba dia tak bisa mengendalikan laju bus. Dan bruakkkk.....bus menghantam pagar, papan nama, dan bagian depan asrama putri di pondok itu.

"Waktu itu saya pikiran kosong dan tiba-tiba bus sudah menghantam pagar," katanya sambil memegangi kepala.

Pria asal Desa Ngantru Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung ini mengaku mengantuk ketika menyopiri bus ini. Dia benar-benar tampak shock dengan kejadian ini.

"Saya kaget karena bisa menabrak pagar pondok pesantren (ponpes)," katanya.

Namun meski menabrak pagar, papan nama dan bagian depan asrama putri, namun tak ada korban jiwa dari 13 penumpang. Begitu pula dengan santri di ponpes itu.
Hanya satu orang yang terluka, yakni kondektur bus bernama Agus. Dia terluka pada tangannya terkena pecahan kaca.

"Saat itu posisi Agus ada di samping kiri saya. Tabrakan bus juga ada di bagian kiri. Makanya, dia terluka di tangan. Sedangkan penumpang bus tak ada yang terluka dan dioper ke bus lain," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved