Berita Pamekasan Madura

Moratorium Belum Dibuka, Madura Provinsi Tak Akan Terwujud

“Kami berharap, jangan sampai nanti setelah Madura menjadi provinsi, malah kondisinya bukannya bertambah bagus dan maju tapi terpuruk. Ini yang tidak

Moratorium Belum Dibuka, Madura Provinsi Tak Akan Terwujud
surya/mujib anwar
Gubernur Soekarwo ketika bertemu dengan Pimpinan Panitia Persiapan Provinsi Madura (P3M) Achmad Zaini (kiri), Minggu (8/11/2015) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Keinginan sejumlah kalangan yang menghendaki Madura menjadi provinsi sulit terlaksana.

Sebab sampai saat ini pemerintah masih belum membuka daerah otonomi baru (DOB). Artinya, moratorim untuk pemekaran suatu daerah belum dicabut. Dan sampai kapan, tidak ada kepastian.

Anggota Komisi II DPR RI, Ach Baidowi, bidang pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara, dan agraria, yang ditemui di sela-sela Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Pamekasan, Rabu (19/10/2016) mengatakan, selama moratorium DOB itu belum dicabut, maka jalan menunuju Madura menjadi provinsi tidak akan pernah terwujud.

Ach Baidowi, menjelaskan, untuk mempercepat Madura menjadi provinsi, salah satu cara di antaranya mendorong pemerintah bagaimana membuka DOB.

Sebab di Komisi II, banyak menumpuk berkas usulan dari beberapa daerah yang juga menghendaki pemekaran, namun sampai sekarang dibiarkan belum dibahas, karena terganjal moratorium itu.

Menurut Awik, panggilan Ach Baidowi, mantan wartawan ini, lahirnya moratorium DOB itu, karena sebelumnya terdapat beberapa DOB.

Ketika dimekarkan induknya miskin dan daerah bentukannya berkembang. Malah ada yang sebaliknya, daerah bentukannya miskin, induknya berkembang.

Ada juga dua-duanya berkembang. Namun terdapat juga, baik induk maupun bentukannya tidak bertambah baik, tapi menyendihkan.

“Kami berharap, jangan sampai nanti setelah Madura menjadi provinsi, malah kondisinya bukannya bertambah bagus dan maju tapi terpuruk. Ini yang tidak kami inginkan,” kata Awik, perwakilan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Madura ini dari PPP kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Awik mempertanyakan bagaimana dengan kemampuan sumber daya alam (SDA) Madura, sudah diperhitungkan.

Ia tidak mau nanti setelah Madura menjadi provinsi, akan mandiri atau malah tetap menyusu, yang justru membebani keuangan negara.

Halaman
12
Penulis: Muchsin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved