Breaking News:

Berita Madiun

Ada Kolam Renang di Pasar Besar Madiun yang Menyeret Wali Kota jadi Tersangka

Wali Kota Madiun jadi tersangka penerima suap proyek pembangunan PBM tahun anggaran 2009-2012, dengan nilai Rp76,523 miliar.

rahadian bagus priambodo
Kolam renang di atas Pasar Besar Madiun. 

SURYA.co.id|MADIUN - Selama tiga hari ini, masyarakat Kota Madiun ramai membicarakan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) yang menyeret Wali Kota Madiun Bambang Irianto, menjadi tersangka.

Senin (17/10/2016) malam, Wakil Ketua KPK La Ode Muhamad Syarief di gedung KPK Jakarta, menyatakan status Bambang Irianto sebagai tersangka.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wali Kota Madiun, sebagai tersangka penerima suap proyek pembangunan PBM tahun anggaran 2009-2012, dengan nilai Rp76,523 miliar.

Penetapan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Madiun ini dalam kapasitasnya selaku Wali Kota Madiun 2009-2014.

PBM berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, pusat jantung Kota Madiun. PBM pernah terbakar 23 Oktober 2008, silam

Pada 2010, PBM yang memiliki tiga lantai ini dibangun kembali dan pada 2013, pasar ini diresmikan oleh Wali Kota Madiun, Bambang Irianto.

Berbeda dengan pasar pada umumnya, PBM dilengkapi dengan fasilitas kolam renang.

Pada lantai satu digunakan untuk pertokoan, kios pracangan, kios sayur, kios daging, ikan dan ayam, serta tempat makan.

Sedangkan pada lantai dua, difungsikan sebagai kios konveksi, kain, sepatu, sandal, gerabah plastik, dan warung makan.

Sementara lantai tiga, dibangun dua kolam renang indoor. Satu kolam renang dewasa berukuran sekitar 20x25 meter dengan kedalaman 1,5 meter hingga 2,8 meter.

Halaman
1234
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved