Berita Gresik

Ternyata ini Alasan Syuhud Melempari Polsek Panceng Gresik

Syuhud seharusnya dieksekusi sejak 2014 oleh Kejari Gresik atas Putusan MA karena kasus tindakan tidak menyenangkan.

Ternyata ini Alasan Syuhud Melempari Polsek Panceng Gresik
surya/sugiyono
Syuhud dengan tangan diborgol saat dijemput petugas Kejari dari Polres Gresik, Selasa (18/10/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik mengeksekusi terpidana Syuhud (48), warga Desa Sumurber, Kecamatan Panceng atas kasus pidana tidak menyenangkan.

Syuhud diambil dari Mapolres Gresik oleh jajaran Kejari Gresik, Selasa (18/10/2016).

Eksekusi dilakukan Kasi Intel dan Kasi Pidana umum Kejari Gresik bersama anggota.

Syuhud seharusnya dieksekusi sejak 2014 oleh Kejari Gresik atas Putusan MA karena kasus tindakan tidak menyenangkan.

Syuhud dilimpahkan Kejari Gresik menggunakan mobil tahanan Kejari Gresik.

Dari mobil tahanan Kejari, dia mengaku melempari Polsek Panceng karena laporannya tidak segera ditindaklanjuti polisi.

"Ada lima kali laporan ke Polsek atas penganiayaan terhadap anak saya," kata Syuhud dari dalam mobil tahanan Kejari.

Sedang Kejari baru hari ini mengeksekusi Syuhud menunggu kondisi dan situasi di masyarakat aman.

"Kita tidak ingin terjadi gejolak di masyarakat atas putusan eksekusi putusan MA," kata Kasi Intel Kejari Gresik Luthcas Rohman.

Kejari Gresik juga akan mengeksekusi terpinda lain yang terlibat kasus Syuhud, yaitu Idham Chalid, Nazizin dan Abd Karim.

"Kita sudah melayangkan surat ke Polres Gresik untuk batuan eksekusi terhadap 3 orang terpidana yang terlibat dengan terpidana Syuhud. Empat terpidana tersebut menjalani putusan MA atas kasasi putusan Pengadilan Negeri Gresik pad 2013. MA menolak kasasi empat terpidana, sehingga kita melaksanakan putusan pengadilan tinggi," kata Kasi Pidum Kejari Gresik Adi Wibowo.

Terpisah, Polres Gresik siap melaksanakan eksekusi jika ada permohonan eksekusi dari Kejari Gresik. "Kita siap mengeksekusi terpidana lain. Menunggu dari Kejari Gresik. Agar situasi di masyarakat tidak terjadi gejolak yang bisa menimbulkan keresahan," kata Wakapolres Gresik Kompol Nur Hidayat.

Selain itu Polres Gresik juga terus melakukan pemeriksaan kasus pelemparan kotoran sapi di Polsek Panceng oleh Syuhud dan teman-temannya.

"Masih ada orang yang terlibat kasus perusakan perlengkapan kerja di Mapolsek Panceng. Sehingga tersangka Syuhud tetap menjalani pemeriksaan," kata Nur Hidayat dengan didampingi Kasat Rekrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved