Berita Surabaya

Olah Raga dan Olah Rasa lewat Balet Bentuk Sikap Disiplin

“Selain berguna untuk olahraga, lewat balet ini sangat senang karena bisa kolaborasi dengan teman-teman, terutama jika akan melakukan pementasan.”

Olah Raga dan Olah Rasa lewat Balet Bentuk Sikap Disiplin
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
LATIHAN - Koreografer tamu asal Belanda Mr. Gerard Mosterd bersama dua penari balet Belle Ballet School Devine Kriswanto (15 tahun) dan Jennifer Hartono (14 tahun) latihan jelang pementasan balet berjudul Alice in Wonderland dan Snow White, Jumat (14/10/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Balet tak hanya mengasah ketrampilan menari modern, namun juga bisa terasa manfaatnya seperti saat berolahraga. Karena itu stamina pun bisa kuat bila rutin melakukan gerakan balet.

"Kami belajar sejak usia 4 tahun. Kira-kira sudah 10 tahun belajar balet dan sangat senang.," papar Devine Kriswanto, Minggu (16/10/2016).

Ditemui saat latihan di sebuah studio balet di Margorejo Indah Surabaya, Devine menekankan, rutinitas berlatih balet bisa membuat fisik mereka selalu prima.

“Selain berguna untuk olahraga, lewat balet ini sangat senang karena bisa kolaborasi dengan teman-teman, terutama jika akan melakukan pementasan,” imbuh Jennifer Hartono, sahabat Devine.

Manfaat positif lain, baik Devine maupun Jennifer tak menepis mereka terbentuk untuk berperilaku disiplin, mandiri, dan peduli pada sesama.

“Karena tari balet sering dilakukan bersama-sama, jadi kalau terlambat pasti merugikan teman lain yang datang lebih dulu,” ungkap Jennifer.

Di sisi lain, gerakan balet pun membuat saraf motorik bisa berkembang sejak dini bila balet dilakukan mulai kecil. Postur tubuh pun terbentuk jadi baik karena dasar gerakan balet selalu sesuai pakem dari kepala hingga ujung kaki.

Balet yang awalnya hanya jadi dilakukan di kalangan para bangsawan ini tak bisa diajarkan secara instan. Latihan sejak dini diperlukan agar lebih mudah melakukannya.

“Ketika sudah dewasa, kondisi otot sudah berbeda, sehingga bila harus melakukan gerakan balet bisa jadi lebih sulit ketimbang dilakukan waktu usia muda,” ungkap Aprillia Ekasari, Principal Belle Ballet School.

Menurut April, balet bisa diajarkan sejak anak-anak usia 3 tahun. Di usia 3 tahun ini anak-anak terlebih dulu diberi pembelajaran lewat story telling mengenai balet untuk mengenalkan balet.

“Dari situ akan terlihat apakah anak itu suka balet atau tidak. Jika menyukai balet tentu proses latihannya lebih mudah,” urainya.

Setiap ballerina, lanjut April, harus bisa melakukan gerakan-gerakan dasar sebelum menari balet. Jenis gerakannya memang bisa dikreasikan dengan gerakan lain namun ciri khas tari balet seperti berdiri dengan ujung tumit tak pernah ketinggalan lantaran gerakan itu merupakan pakem balet.

"Sebelum menari seorang balerina istilahnya harus dicek list terlebih dulu apakah posisi badannya sudah benar? Misal lutut harus lurus, rusuk dan area pinggang bawah diturunkan, posisi jarinya dan masih banyak lagi. Ini dasarnya dan wajib," kata April yang sedang sibuk menyiapkan pementasan balet di Ciputra Hall.

Pentas balet yang diberi judul Alice in Wonderland dan Snow White ini bakal dilakukan pada 19 November mendatang.

Pertunjukan balet yang bakal dilakukan sedikitnya 200 balerina dari Belle Balet tersebut sangat spesial karena dilakukan bekerjasama dengan koreografer tamu asal Belanda, Gerard Mosterd.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved