Berita Mojokerto

Kasus Bocah Keterbelakangan Mental Korban Pencabulan Diperiksa Tim Psikolog Polda Jatim

"Kami ke Mapolres sekira pukul 09.30 WIB hingga berakhir sekira pukul 12.00 WIB tadi," ujarnya kepada Surya.co.id, Senin (17/10/2016).

Kasus Bocah Keterbelakangan Mental Korban Pencabulan Diperiksa Tim Psikolog Polda Jatim
surya/sudarma adi
Korban percabulan yang menderita retardasi mental, Siti Maria Ulfa (32) (kiri) yang didampingi ibunya, Siti Romelah (tengah) dan menggendong anak hasil perbuatan pelaku di rumahnya Dusun Sambiroto Desa Mlaten Kecamatan Puri, Rabu (1/6/2016). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Meski sempat tersendat, kasus perempuan yang menderita keterbelakangan mental alias idiot, Siti Maria Ulfa (32), yang dicabuli oleh empat pelaku terus berjalan.

Itu setelah korban yang warga Dusun Sambiroto Desa Mlaten Kecamatan Puri menjalani pemeriksaan tim psikolog dari Polda Jatim terkait kondisi psikisnya.

Pengacara Maria Ulfa, Edi Yosef menjelaskan, dia dan kliennya memang diminta datang ke Polres Mojokerto untuk menjalani pemeriksaan. Maria Ulfa lalu menjalani tes psikis oleh tim psikolog selama lebih dari dua jam.

"Kami ke Mapolres sekira pukul 09.30 WIB hingga berakhir sekira pukul 12.00 WIB tadi," ujarnya kepada Surya.co.id, Senin (17/10/2016).

Dijelaskan, dalam pemeriksaan itu, tim psikolog memastikan hasil bahwa Maria Ulfa memang korban yang tak berdaya dan tak tahu resiko yang terjadi.

Dengan begitu, maka tak mungkin bagi korban untuk merayu para pelaku, sehingga perkosaan itu terjadi.
"Korban adalah perempuan yang tak berdaya dan tak tahu apa yang dia lakukan, karena keterbelakangan mental. Ini yang jadi hasil pemeriksaannya," ujarnya.

Dia melihat bahwa hasil pemeriksaan ini menjadi tambahan kelengkapan berkas bagi polisi sebelum diserahkan ke Kejari Mojokerto.

Apalagi, sebelum ini, juga ada pemeriksaan dari tim ahli Universitas Airlangga (UA) terkait adanya unsur pidana pada kasus ini.

"Tentunya, ini menjadi bahan untuk melengkapi berkas sebelum diserahkan ke jaksa," urainya.
Sedangkan Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Budi Santoso menegaskan bahwa polisi memang sudah memeriksa kondisi psikologis korban. Hasil pemeriksaan itu nantinya menjadi kelengkapan berkas kasus. "Kami sedang melengkapi berkas ini untuk diserahkan ke jaksa," katanya.

Dia belum menyebut kapan berkas kasus itu akan dikembalikan ke jaksa. Yang pasti, polisi masih melengkapi petunjuk dari jaksa. "Secepat mungkin kami lengkapi," ujarnya.

Sebelumnya, perempuan yang menderita keterbelakangan mental alias idiot bernama Siti Maria Ulfa (32), warga Dusun Sambiroto Desa Mlaten Kecamatan Puri telah dicabuli oleh empat pelaku hingga hamil dan melahirkan anak, namun kasus yang dialaminya masih mengambang.

Ibu korban, Siti Romelah (61) mengaku, korban adalah anak asuhnya yang sudah dirawat sejak kecil. Ketika 2007 lalu, dia memilih kerja sebagai juru masak di Samarinda Kaltim sehingga karena tak ada yang merawat korban, Siti Romelah menitipkannya ke panti asuhan.

Setelah itu, karena rumahnya tak ada yang menempati maka dia memilih mengontrakkan rumahnya.
Apalagi, dua anaknya juga sudah besar dan punya rumah di luar Mojokerto. Sejak 2015, rumah itu dikontrak pelaku, Shokib. Dia berencana tetap akan menitipkan Siti Maria Ulfa ke panti asuhan, namun oleh istri Shokib diminta untuk dirawat di rumah.

"Dia akhirnya diasuh Shokib dan keluarga," ujarnya.

Setelah diasuh, korban lalu sering disuruh belanja ke pasar atau bantu membersihkan rumah. Ini lalu dimanfaatkan Shokib, dan tetangga rumah yakni Todjo Gasmono dan Achmad Sudjai untuk mencabuli dan menggauli korban hingga berkali-kali.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved