Berita Lamongan

Aneh, Dua Hari Ditahan, Tersangka Pencabul Ditangguhkan Jaksa karena Alasan Konyol

Muksin (40), tersangka pencabulan terhadap Ra (16) hanya merasakan pengapnya penjara Lapas Lamongan dua hari dua malam.

Aneh, Dua Hari Ditahan, Tersangka Pencabul Ditangguhkan Jaksa karena Alasan Konyol
surya/hanif manshuri
Pengacara dan anggota LSM saat datangi Kantor Kejari Lamonga di jalan Veteran terkait penangguhan penahanan tersangka pencabulan, Senin (17/10/2016) 

SURYA.co.id|LAMONGAN - Muksin (40), tersangka pencabulan terhadap Ra (16) hanya merasakan pengapnya penjara Lapas Lamongan dua hari dua malam.

Diam-diamT, Kejaksaan Negeri Lamongan telah menangguhkan penahanan eks anggota ormas radikal ini sejak  Jumat (14/10/2016) atau dua hari setelah ditahan, Rabu (12/10/2016).

Sikap berani Kejari ini memicu reaksi pengacara korban, Wellem Mintarja dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cakrawala Keadilan serta Satgas PPA. 

Mereka melurug ke Kantor Kejari Lamongan, Senin (17/10/2016).

Wellem Mintarja, mengaku sudah membuat surat pengaduan ke sejumlah instansi terkait, diantaranya ke Kepala Kejaksaan Agung, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Asisten Bidang Pengasan Kejati, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Komisi Perempuan Indonesia Jatim, Lembaga Perlindungan Anak Jatim, Surabaya Children Crisis Center (SCCC)  termasuk ke Kasi Pidum.

Selanjutnya Wellem  menemui Kasi Pidum, Adhi Setyo Prabowo dikawal 9 anggota LSM.  Namun hanya Wellem yang ditemui Kasi Pidum. Sedang anggota LSM lainnya hanya bisa menunggu di lobi pintu selatan Kejari.

"Saya terpaksa harus  mengadukan kebijakan Kejari yang berani menangguhkan penahanan terhadap tersangka,"tegas Wellem Mintarja kepada Surya.co.id, Senin (17/10/2016).

"Sepuluh tahun saya jadi pengacara, dan  baru kali ini ada kejaksaan berani menangguhkan seorang tersangka yang pada 12 Oktober 2016 ditahan Kejari, tapi 14 Oktober 2016 ditangguhkan.  Hebat," sambungnya.

Hampir satu jam Wellem bertemu Kadi Pidum,ia mendapati penjelasan yang menurutnya masih jadi tanda  tanya.  Sebab terkait penangguhan ini, di internal Kejari ada misteri yang harus diungkap.

"Pokoknya ada yang masih perlu diklarifikasi lagi karena lucu,"ungkap Wellem tanpa mau membeberkan apa sejatinya yang terjadi di internal Kejati terkait penangguhan pelaku pencabulan ini.

Sementara itu, Kasi Pidum, Adhi Setyo Prabowo mengaku tidak akan memberikan keterangan pada wartawan, lantaran ada satu pintu yang berhak memberikan penjelasan, yakni Kasi Intel atau Kajari.
"Satu pintu di Kasi Intel atau pak Kajari,"tandasnya.

Sementara itu, Kasi Intel Budiyanto dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya beberapakali tidak diangkat sampai berita ini dikirim.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat proses penahanan, tersangka Muksin sempat bersitegang dengan penyidik Polres Lamongan dan kejaksaan, tetapi pada akhirnya tersangka bisa ditahan.

Tersangka dijerat pasal 82 ayat (1) UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved