Berita Nusantara
Jembatan Cinta di Nusa Penida Bali Runtuh saat Ngusaba Segara
“ Hingga pukul 20.00 Wita, kita masih terus lakukan evakuasi terhadap para korban. Semua korban kita langsung evekuasi ke Puskesmas Nusa Penida II."
SURYA.co.id | BALI – Nyepi Segara di Kecamatan Nusa Penida, bertepatan dengan piodalan di Pura Bakung yang terletak di Pulau Ceningan atau tepat di sebela timur Jembatan Kuning, Minggu (16/10/2016).
Puluhan pemedek, ketika itu berduyun-duyun untuk melakukann persembahyangan dan melintasi jembatan Kuning yang populer dengan sebutan jembatan cinta tersebut.
Ada warga yang berjalan kaki, dan tidak sedikit yang menggunakan motor, sehingga pemedek tampak berjubel di Jembatan yang dibangun sejak tahun 90’an tersebut.
Sekitar pukul 18.00 Wita, Nyepi Segara di Kecamatan Nusa Penida diwarnai suasana duka.
Diawali dengan goyangan, lalu terdengar suara gemuruh yang cukup keras.
Dalam hitungan sekian detik, jembatan yang sejak dulu menjadi icon wisata di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan tersebut runtuh dan terputus.
Puluhan orang yang ketika itu berada di jembatan jatuh ke laut, yang kebetulan ketika itu sedalam sekitar 2 meter karena kodisi surut.
Suasana senja di Pulau Lembongan pun mendadak berubah mencekam. Satu persatu korban berjatuhan, ada yang luka dan ada yang meninggal akibat tidak mampu berenang.
“ Hingga pukul 20.00 Wita, kita masih terus lakukan evakuasi terhadap para korban. Semua korban kita langsung evekuasi ke Puskesmas Nusa Penida II di Desa Jungutbatu. Tim masih bekerja,” Ujar Camat Nusa Penida, I Gusti Agung Mahajaya ketika dikonfirmasi terkait peristiwa itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bali-nusa-penida-jembatan-runtuh_20161016_232448.jpg)