Berita Pendidikan Surabaya

Apa Peran Komite Sekolah usai Peralihan Wewenang SMA/SMK ke Pemprov Jatim?

Selama ini, komite sekolah dilihat cukup dewasa dalam memandang polemik antara pemkot dan pemprov yang sama-sama pemerintah.

surya/sutono
ILUSTRASI - Pelajar SMA. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Peralihan wewenang pengelolaan SMA/SMK berdasarkan UU 23 tahun 2014 dipertanyakan komite sekolah dalam sosialisasi program Dewan Pendidikan Surabaya

Sekitar 134 wali murid yang tergabung dalam komite sekolah SMA/SMK negeri dan swasta se-Surabaya berkumpul di aula SMKN 6, Minggu (16/10/2016).

Mereka bertemu untuk menyampaikan pendapat dan unek-uneknya tentang pelimpahan SMA/SMK.

Berbagai pertanyaan terkait usainya pelimpahan wewenang yang  beredar di media turut menjadi perhatian mereka.

Beberapa di antaranya menyatakan keberatan dengan peralihan, sejumlah lainnya menyatakan tidak keberatan dan mempertanyakan langkah yang bisa dilakukan komite selanjutnya.

Rulianto, komite SMAN 11  menjadi salah satu komite yang mengkhawatirkan pembiayaan pendidikan di Surabaya yang sudah menerapkan program wajib belajar 12 tahun.

Sedangkan pemerintah pusat menerapkan wajar 9 tahun. ”Butuh kejelasan pedoman atau batasan pungutan dan sumbangan kalau di pegang provinsi. Sebab, ketika dialihkan ke provinsi,  akan ada biaya tambahan,” ujarnya.

Sementara  Mashuri, Komite dari SMAN 7 mengungkapkan siapapun yang mengelola tidak ada masalah. Namun, tetap harus ada solusi dari sejumlah kebijakan pendidikan yang selama ini ada di Surabaya, seperti sekolah menerima siswa tidak mampu sebanyak 5 persen.

“Apakah dengan adanya pengalihan ini bagaimana?kami merasa berat  untuk tetap membebaskan biaya. Siapa yang bertanggungjawab dalam hal ini?,” tanyanya.

Hal ini menurutnya sejalan dengan nasib pembiayaan berbagai hal yabg selama ini di tanggung daei bantuan daerah. Sedangkan Sugianto, komite SMAN 16, berharap agar pelimpahan SMA/SMK tidak terus menjadi polemik di antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved