Hukum Kriminal Surabaya

Pemilik Panti Asuhan Kaget saat Ditangkap, Diduga Melakukan Pencabulan

"Kemungkinan korban saat itu tidak berani melawan. Ya mungkin takut," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Pemilik Panti Asuhan Kaget saat Ditangkap, Diduga Melakukan Pencabulan
net
Ilustrasi 

 SURYA.co.id | SURABAYA - Pemilik Panti Asuhan Darrul Farroh di Dukuh Pakis II, Wagianto, 41, ditangkap anggota Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polrestabes Surabaya, Sabtu (15/10/2016).

Penangkapan yang berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB cukup mengejutkan tersangka Wagianto.

Karena saat itu tersangka baru datang naik motor di rumahnya dan didekati petugas. Sontak, tersangka menanyakan maksud dan tujuannya.

Setelah ditunjukkan surat penangkapan atas tuduhan pencabulan terhadap Melati, 18, (nama samaran), tersangka tak banyak bicara. Bahkan tersangka tak melawan sehingga tak mengundang kecurigaan warga sekitar.

Wagianto saat dibawa ke mapolrestabes masih mengenakan sarung, baju koko putih dan peci. Namun saat digelandang untuk dimasukkan mobil, tersangka berusaha menutup wajahnya.

Sebelum penangkapan berlangsung, empat anggota Unit anggota Unit PPA datang ke rumah tersangka naik mobil Avanza putih.

Karena tersangka tidak ada di rumah sekaligus panti asuhan, petugas menunggu di halaman. Setelah menunggu sekitar 15 menit, tersangka datang dan langsung didekati.

Penangkapan terhadap tersangka atas laporan ibu korban, Suryati, warga Jalan Dukuh Pakis, beberapa waktu lalu.

Tuduhannya tersangka telah mencabuli Melati yang tak lain adalah anak asuh tersangka.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, menjelaskan tersangka ditangkap atas laporan anggota keluarga korban. Persoalan ini mencuat setelah korban tidak lagi tinggal di panti asuhan.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved