Breaking News:

PON Jabar Bukti Keberhasilan Pembinaan Atlet oleh Dispora Jatim

"Harus ada regenerasi agar Jatim tidak sampai kekurangan atlet dan juga pelatih. Ini hubungannya dengan lapisan baru yang harus nempel"

surya/benni indo
Medali Perak - Filda Elvira Santoso saat menerima medali perak PON XIX Jabar 2016 cabor Wushu kelas Chang Quan, Minggu (18/9/2016). 

SURYA.co.id|SURABAYA - Sebanyak 136 medali emas yang diraih Jawa Timur di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jabar, 64 di antaranya hasil kontribusi atlet binaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur (Jatim).

64 emas tersebut diraih 11 atlet yang berlaga di 12 cabang olahraga (cabor) dari 16 cabor yang diikuti.

Cabor selam mendapat 11 emas, senam sembilan emas, menembak tujuh emas, balap sepeda enam emas, panahan lima emas, loncat indah lima emas, paralayang empat emas, atletik empat emas, selancar tiga emas, tenis meja tiga emas, panjat tebing tiga emas, dayung dua emas dan sepak takraw dua emas.

Sementara empat cabor yang gagal menyumbangkan emas, yakni anggar, judo, layar dan voli pasir.

"Total keseluruhan sebanyak 64 medali emas, 81 perak dan 61 perunggu hasil dari atlet binaan Dispora," kata Kepala Dispora Jatim Supratomo, Jumat (14/10/2016).

Kesuksesan ini menurutnya sebagai pembuktian bahwa pembinaan yang telah dilakukan membuahkan hasil.

Ke depan Dispora tidak hanya membina atlet namun juga melakukan pembibitan pelatih secara bertahap.

"Harus ada regenerasi agar Jatim tidak sampai kekurangan atlet dan juga pelatih. Ini hubungannya dengan lapisan baru yang harus nempel. Jika mereka sudah finish menjadi atlet maka akan kami dorong menjadi pelatih atau karyawan," ujarnya Supratomo.

Meski telah digadang-gadang akan dijadikan karyawan, pihaknya menganjurkan agar para atlet tidak terburu-buru mendaftar menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sebab untuk proses rekrutmen PNS menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.

"Kalau saran dari saya, lebih baik jadi pengusaha saja. Saat ini ada 700 lebih pengusaha muda yang kami bina, namun ini kembali lagi terkait kemauan masing-masing orang," jelasnya.

Menurutnya untuk para atlet peluang menjadi pengusaha cukup besar sebab saat ini Dispora membuat alternatif untuk atlet yang tidak ingin menjadi pegawai negeri dan ingin menjadi pengusaha, dengan membentuk forum wirausaha muda yang mewadahi generasi muda menjadi pengusaha.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved