Berita Gresik

Istri Sakit Lumpuh Dibunuh Suami, Kini Dituntut 12 Tahun Penjara

Masih ada waktu sekitar satu jam istri terdakwa meninggal dunia," kata Wellem Mintarja kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Istri Sakit Lumpuh Dibunuh Suami, Kini  Dituntut 12 Tahun Penjara
surya/sugiyono
DIAM - Terdakwa Sarifuddin hanya diam setelah mendengar tuntutan jaksa 12 tahun penjara, Kamis (13/10/2016). 

 SURYA.co.id | GRESIK - Terdakwa Sarifuddin (37), warga Jakarta yang tinggal di kos Jl Veteran Madya Utama, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) Heri Wahyudi, dengan tuntutan hukuman penjara selama 12 tahun penjara karena diduga membunuh istri sendiri yaitu Dewi Purwaningsih warga Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Tuban.

Menurut JPU Heri, bahwa terdakwa terdakwa terbukti melanggar pasal 44 ayat (3) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

"Menuntut supaya majelis hakim pengadilan negeri Gresik yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Sarifuddin selama 12 tahun penjara dengan dikurangi selama terdakwa dalam tahanan sementara," kata Heri, di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik Fitria Ade Maya, Kamis (13/10/2016).

Hal yang memberatkan menurut jaksa yaitu perbuatan terdakwa mengakibatkan keluarga korban menderita dan korban kehilangan nyawa.

"Perbuatan terdakwa dilakukan secara sadis sebaba terhadap istri sendiri yang sedang sakit lumpuh," imbuhnya.

Sementara, hal yang meringankan yaitu terdakwa sopan dalam persidangan, terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesali perbuatannya.

Sementara pengacara terdakwa Wellem Mintarja dari Advokat Wellem Mintarja dan Partners mengatakan bahwa hukuman terhadap terdakwa Sarifuddin sangat berat.

Perbuatan terdakwa tidak melakukan pembunuhan tapi melakukan penganiayaan yang mengakibatkan istri terdakwa meninggal dunia.

Pasal yang didakwakan oleh jaksa juga tidak pasal 44 ayat (3) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

"Seharusnya pasal yang didakwakan oleh jaksa yaitu Pasal 44 ayat (2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, sebab istri korban diajak berobat tidak mau kemudian terjadi kekerasan dan akhirnya istri terdakwa meninggal dunia. Istri terdakwa tidak langsung meninggal dunia. Masih ada waktu sekitar satu jam istri terdakwa meninggal dunia," kata Wellem Mintarja kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Aksi kejahatan tersebut diketahui oleh tetangga kos pada Kamis (21/4/2016).

Terdakwa Sarifuddin sempat melarikan diri ke Kalimantan.

Akhirnya diketahui tetangga kos karena mencium bau busuk dari dalam kamar kos.

Setelah dibuka oleh Polisi jasat Dewi Purwaningsih warga Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Tuban sudah terkapar di lantai.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved