Berita Sampang Madura
Warga Sampang Terus Dihantui Banjir, PNS Pilih Tak Masuk Kerja
Selain merendam sekitar 6.000 rumah warga, banjir juga menggenangi puluhan lembaga pendidikan dari SD, SMP dan SMA, serta perkantoran pemerintah.
SURYA.co.id|SAMPANG – Banjir masih menggenangi ribuan rumah warga di Kota Sampang, Madura, Rabu (12/10/2016).
Banjir yang masuk ke rumah warga mulai pukul 08.00 WIB ini menggenangi empat kelurahan dan enam desa dengan ketingginan antara 1 – 2 meter. Arus air yang masuk ke rumah warga lebih cepat dibanding banjir sebelumnya.
Di antara empat kelurahan yang sudah terendam banjir adalah Kelurahan Dalpenang, Kelurahan Rongtengah, Kelurahan Gunung Sekar dan Kelurahan Karang Dalam.
Sedang enam desa yang terendam banjir yakni, Desa Gunung Maddah, Desa Pangelen, Desa Kemuning, Desa Panggung dan Desa Tanggumung.
Selain merendam sekitar 6.000 rumah warga, banjir juga menggenangi puluhan lembaga pendidikan dari SD, SMP dan SMA, serta perkantoran pemerintah. Akibatnya, lembaga pendidikan itu meliburkan siswanya.
Begitu juga pegawai di lingkungan Pemkab Pamekasan banyak memilih tidak masuk kantor, karena rumah mereka kebanjiran.
Menurut Monif, warga Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Kota Sampang, berharap pemerintah mengambil langkah serius menanggulangi banjir agar tidak terulang terus-menerus. Apalagi dalam seminggu ini, sudah dua kali warga dilanda banjir.
Dikatakan, sejak banjir pada tiga hari lalu, kemudian sempat surut, sebagian besar warga belum berani memindahkan barang-barangnya ke tempat semula.
Selain sisa banjir yang berlumuran lumpur masih membekas dan belum dibersihkan, juga cuaca di Sampang wilayah utara, masih hujan.
“Tadi malam sekitar pukul 19.00 air sudah surut, hanya saja sebagian besar warga belum membersihkan lumpur sisa banjir. Namun sekitar pukul 22.00, kami mendengar kabar, jika banjir akan kembali melanda Sampang, sehingga kami bersama tetangga sekitar tidak tidur semalamam,” papar Monif.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sampang, Malik Amrullah sudah mendirikan empat dapur umum untuk memberikan bantuan nasi bungkus kepada warga yang terdampak banjir. Berapa puluh ribu nasi bungkus, ia tidak menjelaskan, karena sejak banjir pertama hingga sekarang.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sampang, Wisnu Hartono, banjir ini kembali terjadi karena hujan deras di kawasan Sampang utara, seperti di Kecamatan Robatal, Kedungdung, Karan Penang dan Kecamatan Omben. Selain itu, saat ini berbarengan dengan pasangnya air laut, sehingga banjir tidak terelakkan lagi.
“Saat ini banjir di Sampang mencapai puncak dengan ketinggian air sudah mencapai 2 meter. Sementara untuk mengetahui berapa kerugian yang diderita masih belum bisa dihitung, karena masih alam posisi banjir,” ujar Wisnu Hartono.
Dijadwalkan sore ini, Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, bersama sejumlah stafnya akan datang ke Sampang untuk memantau langsung kondisi banjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-sampang-banjir_20161012_152420.jpg)