Sains
Membuang Pakaian Bekas Ternyata Sangat Berbahaya dan Tidak Disarankan. Ini Penyebabnya
pakaian-pakaian yang terbuang dan menumpuk di tanah ternyata juga melepaskan gas yang tergolong polutan udara, yang terdiri dari gas karbon dioksida..
Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA Online, AMERIKA SERIKAT - Terlalu banyak pakaian yang tidak lagi dipakai memang kerap kali membikin pusing para pemiliknya.
Agar tidak membuat lemari sangat penuh, tidak sedikit orang yang kemudian memilih untuk membuang pakaian-pakaian yang sebenarnya masih layak pakai tersebut.
Namun rupanya hal ini sangat tidak disarankan karena dampaknya yang sangat berbahaya, terutama bagi lingkungan.
Dikutip dari Huffingtonpost, pakaian-pakaian yang terbuang dan menumpuk di tanah ternyata juga melepaskan gas yang tergolong polutan udara, yang terdiri dari gas karbon dioksida dan metana.
Di Amerika Serikat, pada 2013 saja, terdapat 15,1 juta ton pakaian bekas yang menumpuk di 1.200 tempat pembuangan sampah.
Menurut Jon Powell, peneliti dari Yale University, dari 1.200 tempat pembuangan sampah tersebut, sekitar 900 di antaranya sudah memiliki sistem vakum yang berfungsi untuk mengumpulkan gas dari sampah untuk dijadikan bahan bakar dan untuk memproduksi listrik.
Tetapi meski demikian, masih ada gas-gas dari sampah yang keluar ke udara. Padahal gas yang mengandung metana tersebut, memiliki kemampuan untuk menjebak panas yang 28 kali lebih besar dari karbon dioksida.
Karenanya, peneliti pun menyarankan agar masyarakat tidak membuang pakaian-pakaian bekas yang dimilikinya.
Apabila memang tidak lagi bisa dipakai, ada baiknya pakaian-pakaian itu disumbangkan ke orang lain atau dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-pakaian-bekas_20161011_134023.jpg)