Berita Ekonomi Bisnis
BI Launching Serentak Inkubator Bisnis Syariah di Tiga Ponpes ini
"Selama ini, pembiayaan syariah diminati, tapi belum semua paham, dan dalam prakteknya belum semua mengikuti," kata Gus Ipul.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jatim, melaunching inkubator bisnis pesantren berbasis syariah di tiga tempat. Yaitu di Ponpes Sunan Drajat, Paciran, Lamongan; Ponpes Tebu Ireng, dan Ponpes Bahrul Ulum di Jombang.
Sebagai pusatnya, Kepala BI KPw Jatim, Benny Siswanto membuka launching di Ponpes Sunan Drajat, Lamongan, Selasa (11/10/2016).
Program inkubator bisnis pesantren berbasis syariah ini merupakan cikal bakal untuk menciptakan santri entreprenuer. Targetnya santri entreprenuer ini bisa menjadi mandiri dan mampu mengembangkan usahanya sesuai syariat agama, sehingga bisnis secara etika bisa memberikan keuntungan yang bermanfaat.
"Dalam launching inkubator bisnis ini, para santri diponpes mendapat materi edukasi serta praktek bisnis yang berbasis syariah," jelas Benny didampingi wakil gubernur Jatim, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.
Gus Ipul usai melaunching inkubator bisnis pesantren berbasis syariah, mengatakan, kegiatan berbasis syariah sudah bagus.
"Mampu meningkatkan SDM pembiayaan syariah. Selama ini, pembiayaan syariah diminati, tapi belum semua paham, dan dalam prakteknya belum semua mengikuti," kata Gus Ipul.
Dalam program ini, BI melakukan sinergi program selama tiga tahun. Bantuan teknis bekerjasama dengan ITS dan Unair.
Perwakilan dari dua perguruan itu memberikan modul teknis pelatihan, dan aplikatif bisnisnya.
"Jadi santri yang ingin buka usaha, bisa mendapat bantuan modal lewat Baitul Maal Tanwil (BMT) atau koperasi ponpes. Dalam jangka waktu tertentu, tanpa bunga," jelas Benny.
Pimpinan Ponpes Sunan Drajat, Desa Banjaranyar, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Prof Dr KH Abdul Ghafur, menyebutkan, pihaknya sangat mendukung inkubasi bisnis berbasis syariah ini.
"Karena kami sudah menjalankan banyak bisnis di pesantren. Santri bisa belajar langsung dan kami juga sudah bekerjasama dengan banyak pihak," jelasnya.
Saat ini, industri yang dimiliki ponpes ini meliputi produksi air mineral dalam kemasan, penerbitan, garam, bahan baku industri hingga pabrik kapal.
"Target kami sudah meminta kepada Pemprov bila butuh tempat dan pengelolaan pabrik mesin bubut yang tutup di daerah lain, silakan pindah kesini, akan saya kembangkan," tandas Abdul Ghofur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pon-jabar-2016-gus-ipul_20160816_161316.jpg)