Reportase dari Thailand

Cara Mudah Menundukkan Bahasa Thailand

bentuk hurufnya sudah membuat nyali ciut untuk memelajarinya lebih jauh.. padahal belajar bahasa Thai tah sesulit yang dibayangkan..

Cara Mudah Menundukkan Bahasa Thailand
youtube
bahasa Thai 

Reportase : Nailah Sa’diyatul Fitriah
Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Malang/sedang PPL/KKN di Thailand

BANYAK yang beranggapan memelajari bahasa Thailand itu sulit. Mengapa? Mungkin karena bentuk huruf kokai (huruf bahasa Thailand) yang mirip huruf ha na ca ra ka sehingga sulit dibaca.

Pun saya saat pertamakali memelajari bahasa Thai. Terkesan sangat sulit sebab tak pernah mendengarnya di lingkungan sehari-hari. Seiring berjalannya waktu, belajar bahasa Thai terasa mudah.

Walau belum bisa membaca tulisannya namun mengaplikasikan beberapa kosakata bahasa Thai setidaknya dapat membantu survive hidup di Thailand.

Kunci memelajari bahasa adalah berani mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan tak takut salah mengucapkannya dalam percakapan. Salah bukan hal fatal, justru dari kesalahan tersebut dapat belajar banyak.

Saya sempat ditertawakan Po’o atau Kepala Sekolah Miftahuddeen saat perkenalan dengan siswa. Ternyata, mengucapakan kata chae (nama) butuh penekanan khusus, tak sekadar melafalkan /che/.

Satu kata dalam bahasa Thai memiliki lima makna berbeda karena intonasi dan penekanan dalam pengucapannya. Contohnya, tai (mati), Thai (bahasa Thai), pii (kakak), phii (hantu), suaiiy (cantik), suuay (umpatan).

Berjalannya waktu para siswa dan guru di sekolah, serta masyarakat di lingkungan tempat saya tinggal menambah kosakata bahasa Thai saya. Tairub (berfoto), du (menonton), rub (melihat), torosap (ponsel), yanglop (penghapus), dinso (pensil), pakka (pena/spidol), pakhum (jilbab), arai kha? (apa?), pai krab ban (pulang), rongrian (sekolah), rongrian pit (liburan sekolah), khun khru (bapak/ibu guru), hongnam (toilet), yek (banyak), kosakata yang saya dapat ketika bercengkrama bersama para siswa dan guru di sekolah.

Priau (asam), kun diau (seorang), raka taorai (berapa harganya), phii sea (kupu-kupu), non (tidur), chak (hendak), pai nai? (pergi ke mana), yu ban (di rumah), mai pen rai (tidak mengapa), phed (pedas), ped (angsa), kauniau (ketan), kai (ayam), khai (telur), pra (ikan), angun (anggur), talat (pasar), kin kau (makan nasi), im leu (kenyang), pai tiau (pegi jalan-jalan), contoh kosakata hasil bincang-bincang dengan warga di sekitar tempat tinggal saya.

Saya memang tak sungkan bertanya tentang kosakata yang belum saya ketahui dengan menyebutkan maknanya dalam bahasa Inggris, atau menunjukkan benda yang saya maksud.

Sepert, “mai ru fang, chan put pasa Thai dai nit noi kha, an nih phraewa arai kha?”

Artinya, saya tidak faham. Saya bisa berbicara bahasa Thai sedikit-sedikit. Ini (kata atau benda ) apa artinya dalam bahasa Thai?

Dengan cara ini secara tak langsung saya belajar bahasa Thai bersama mereka. Pun saat mengajar di kelas, saya akan menanyakan kosakata yang tak saya pahami.

Belajar bahasa bukan perihal berapa banyak kosakata yang disimpan dalam buku catatan, melainkan keberanian mengucapkan dan menerapkannya dalam percakapan sehari-hari.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved