Berita Jombang

7 Ton Beras Raskin Rusak, Hanya Diganti Bulog 3 Ton, Kok Bisa?

tujun ton beras untuk warga miskin (raskin) di Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh, Jombang, ditemukan berkualitas sangat buruk, sehingga tak layak

7 Ton Beras Raskin Rusak, Hanya Diganti Bulog 3 Ton, Kok Bisa?
surya/sutono
Warga Desa Tanjungwadung Kecamatan Kabuh, Jombang, menunjukkan raskin tak layak konsumsi. 

SURYA.co.id I JOMBANG - Ditemukannya 7 ton beras untuk warga miskin (raskin) berkualitas buruk di Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh, Jombang, direspon Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre VII Surabaya Selatan (membawahi Mojokerto-Jombang).

Kepala Bulog Sub Divre II Nurman Susilo mengaku sudah mengganti raskin yang dikeluhkan warga. Namun yang diganti hanya 200 sak raskin, atau 3000 kilogram (3 ton) raskin. Satu sak raskin isi 15 kilogram.

Mengapa hanya tiga kuintal raskin yang diganti? Nurman Susilo berkilah karena yang berhasil dikumpulkan oleh pihak desa dan dimintakan ganti hanya sebanyak itu.

“Sedangkan raskin lainnya yang diduga bermutu jelek, ada yang sudah terlanjur dikonsumsi warga, dan ada yang dipoles ulang di penggilingan padi,” kilah Nurman, Senin (10/10/2016).

Didesak kemungkinan diberi ongkos poles ulang, Nurman menyatakan, SOP (standard operating procedure) Bulog mengenai penggantian raskin yang rusak tidak sampai pada penggantian ongkos poles dan sebagainya.

“Kami hanya mengganti beras yang rusak atau tidak layak konsumsi. Dan itu pun  sepanjang dilaporkan oleh pihak desa. Kalau tidak dilaporkan tentu kami tidak bisa mengganti,” kata Nurman.

Diberitakan, sekitar tujun ton beras untuk warga miskin (raskin) di Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh, Jombang, ditemukan berkualitas sangat buruk, sehingga tak layak dikonsumsi manusia.

Selain berbau apek, raskin yang diterima warga juga berwarna kuning kehitam-hitaman, remuk dan berkutu. Bahkan ditemukan sejumlah ulat keluar dari raskin tersebut.

“Ini beras tidak layak dimasak,” kata Ismiati, penerima raskin desa setempat, Minggu (9/10/2016). Raskin itu diterima Ismiati dan warga miskin lainnya Jumat (7/10/2016) lalu. Jumlahnya total 7 ton.

Penulis: Sutono
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved