Musim Haji 2016

3 Jemaah Haji Gresik Pembawa Uang Rp 6 Miliar ternyata Belum Pulang, ini Sebabnya

“Sekarang ini belum pulang. Saya belum dapat kabar kapan pulangnya. Yang jelas menunggu kursi kosong dari kloter lain," kata Haris Hasanuddin.

3 Jemaah Haji Gresik Pembawa Uang Rp 6 Miliar ternyata Belum Pulang, ini Sebabnya
surya/m taufik
Petugas Kemenag Gresik menunjukkan dokumen tiga jemaah haji asal Gresik yang tertahan di Madina gara-gara ketahuan membawa uang Rp 2 miliar. 

SURYA.co.id | GRESIK – Tiga jemaah haji asal Kabupaten Gresik yang tertunda kepulangannya karena membawa uang Rp 6 miliar lebih hingg kini ternyata belum pulang ke rumah.

Hal itu diungkap Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik Haris Hasanuddin, Senin (10/10/2016).

“Sekarang ini belum pulang. Saya belum dapat kabar kapan pulangnya. Yang jelas menunggu kursi kosong dari kloter lain dan kalau bisa tidak jauh dari Jawa Timur,” kata dia.

Dari kabar diterimanya, kata Haris, tiga jemaah haji tersebut yaitu Ansharul Adhim Abdullah (47), Sri Wahyuni Rahayu (36) istri Ansharul keduanya warga Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan dan Rochmat Kanapi Podo (58), warga Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme kini masih menjadi tanggung jawab panitia haji nasional.

“Kabarnya masih menunggu kursi kosong. Buktinya sampai sekarang kabarnya masih di sana dan belum pulang,” imbuhnya.

Padahal seluruh jemaah haji asal Kabupaten Gresik sudah pulang semuanya. Hanya tinggal 3 orang tersebut.
“Informasi yang saya terima dari telpon, kabarnya sudah tidak ada masalah, tinggal menunggu ada kursi kosong untuk perjalanan ke tanah air,” katanya.

Haris menambahkan bahwa uang sebagian dari Rp 6 miliar yang sudah terlanjur terbawa ke Indonesia tetap diserahkan ke pihak Bea cukai sehingga tidak menyalahi aturan.

“Di bandara itu hak perogatif Bea Cukai untuk menyeliki barang bawaan yang dilarang, termasuk larangan membawa air zam-zam berlebihan," kata Dia.

Buktinya, ucap Haris, masih ada jemaah membawanya dengan cara dimasukkan ke dalam tas.

“Apalagi ini soal uang. Daripada harus mengirim melalui bank dan harus kena pajak, lebih baik dibawa sendiri dari tanah suci. Ternyata diketahui bea cukai dan dilarang,” katanya.

Sedang Asmaul Hadi, seorang tetangga Ansharul warga Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan mengakui bahwa tetanggnya itu belum pulang ke rumah.

“Belum pulang. Hanya menunggu saja sambil ngobrol-ngobrol di depan rumah,” kata Asmaul.

Jemaah haji asal Gresik sudah tiba di Tanah Air sejak Selasa (4/10/2016).

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved