Berita Pendidikan Surabaya
Mendesak, Pemberlakuan Visa Pelajar bagi Mahasiswa Asing di Indonesia
Saat ini fasilitas visa bagi mahasiswa asing hanya disediakan visa regular atau pekerja.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Minimnya minat pelajar luar ngeri dalam menempuh pendidikan di Indonesia menjadi sorotan perguruan tinggi negeri (PTN) di Surabaya.
Rumitnya penerbitan visa membuat rendahnya minat orang asing kuliah di sini.
Seperti yang diungkapkan Rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof Moh Nasih, lebih banyak pelajar Indonesia yang didorong belajar ke luar negeri.
Padahal, hal ini akan lebih menguntungkan pihak luar negeri.
“Kalau mau didorong internasionalisasi, kami diminta menambah mahasiswa asing. Tetapi paling banyak keluhan perguruan tinggi ya hambatan visa pelajar,”lanjutnya.
Saat ini fasilitas visa bagi mahasiswa asing hanya disediakan visa regular atau pekerja.
Padahal visa regular ini hanya berlaku beberapa bulan.
Setelah itu mahasiswa asing harus dirumitkan dengan birokrasi perpanjangannya kembali.
Padahal di luar negeri hampir semua negara menyediakan visa pelajar.
Di Unair, menurutnya kebanyakan mahasiswa masih memakai visa pekerja dengan batas waktu yang belum bisa menyamai batas waktu penyelesaian pendidikannya.
Saat ini mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di dalam negeri sebanyak 143 mahasiswa.
Mulai dari sejumlah negara di ASIA seperti Malaysia, Thailand, Brunei, Philipina hingga Jerman dan Netherland.
Selain itu, untuk menerima mahasiswa asing, menurutnya sarana prasarana juga perlu ditunjang.
Pasalnya tidak semua PTN telah mampu memenuhi sarana prasarana karena keterbatasan anggaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bule-bungkul-2_20150404_191430.jpg)