Jumat, 10 April 2026

Berita Jombang

Ditemukan 7 Ton Raskin Tak Layak Konsumsi di Jombang

“Kami mau masak beras seperti ini jelas tidak mungkin,” kata Ismiati, penerima raskin kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Minggu (9/10/2016).

Penulis: Sutono | Editor: Yoni
surya/sutono
Warga Desa Tanjungwadung Kecamatan Kabuh, Jombang, menunjukkan raskin tak layak konsumsi. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Sekitar tujun ton lebih beras untuk warga miskin (Raskin) di Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh, Jombang, ditemukan berkualitas sangat buruk, sehingga tak layak dikonsumsi manusia.

Selain berbau apek, raskin yang diterima warga juga berwarna kuning kehitam-hitaman, remuk dan berkutu.
Bahkan warga juga menemukan sejumlah ulat yang keluar dari raskin tersebut.

“Kami mau masak beras seperti ini jelas tidak mungkin,” kata Ismiati, penerima raskin kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Minggu (9/10/2016).

Itu sebabnya, dia dan warga lainnya berencana membawa raksin yang mereka dapat ke pemilik usaha penggilingan padi untuk dipoles lagi, guna menghilangkan warna hitam kekuningan itu.

Sebagian warga lain mengaku akan menjual beras tersebut ke toko penjual sembako, jika ada yang mau menerimanya.

Bahkan ada juga warga yang mengaku bakal menggunakannya untuk pakan ternak yang mereka miliki.

Ismiati mengaku, raskin tersebut diterima Jumat (7/10/2010) lalu. Saat itu, dia dan warga penerima raskin lainnya terkejut, karena berasnya berwarna kekuningan, baunya apek, ada kutunya, bahkan ada ulatnya.

“Beberapa warga yang sudah menanak beras tadi mengaku rasanya tidak enak sehingga tidak dimakan. Kami berencana dipoles lagi ke tempat penggilingan padi. Tapi saat memasak juga harus dicampur dengan beras yang bagus,” imbuh Ismiati kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Kepala Desa Tanjungwadung, Sugeng, membenarkan raskin pemerintah untuk warga miskin di desanya mengalami penurunan kualitasnya.

“Sudah dua bulan ini mutunya menurun,” kata Sugeng.

Dia sendiri pihaknya sudah mengimbau warga agar mengembalikannya jika raskin yang mereka terima tidak layak konsumsi.

Namun, hingga saat ini belum ada satu pun warga yang mengembalikan jatah raskinnya, sehingga pihak desa tidak bisa berbuat banyak, kecuali menunggu laporan warga.

Menurut Sugeng, di Desa Tanjungwadung ada sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) penerima raskin. Pihak desa sudah menyampaikan keluhan warga kepada tim pengawas di lapangan, dengan bukti satu sak jatah raskin milik warga sebagai barang bukti. Namun belum ada respon.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved