Breaking News:

Berita Surabaya

Soal Lingkungan, 5 Tahun ke Depan Jatim Fokus pada Perbaikan Tiga Poin ini

Zainal menambahkan khusus di Surabaya ada beberapa wilayah yang akan difokuskan, yaitu segmen termiskin dan paling rentan dari populasi.

kompas.com
Ilustrasi pemukiman kumuh 

SURYA.co.id | SURABAYA - Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya kembali bekerjasama dengan USAID, Program Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene 'Penyehatan Lingkungan Untuk Semua' (IUWASH PLUS) sampai 5 tahun kedepan.

Menurut Kepala BBTKLPP Surabaya Zainal Ilyas Nampira pada kerjasama dengan USAID kali ini sebetulnya masih sama dengan kerjasama sebelumnya, yaitu fokus kepada air minum, sanitasi, dan perubahan perilaku masyarakat.

"Tahun lalu targetnya 80 persen, sudah terwujud. Untuk lima tahun kedepan kita ada target 101. Seratus persen air minum bersih, 0 persen daerah kumuh, dan 100 persen sanitasi," katanya, Sabtu (8/10/2016).

Zainal menambahkan khusus di Surabaya ada beberapa wilayah yang akan difokuskan, yaitu yang masuk dalam segmen termiskin dan paling rentan dari populasi.

"Salah satunya di Surabaya di daerah Petemon. Sebelumnya kami sudah melakukan program IUWASH di sana, tapi masih belum maksimal. Masih perlu adanya sosialisasi perubahan perilaku masyarakat di sana," jelasnya.

Menurut Zainal permasalahan kompleks di masyarakat memang bertumpu pada perilaku. Seperti buang air besar di sungai. Harapannya tahun 2019, kebiasaan ini hilang.

"Kami bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan USAID guna menyosialisasikan buang air besar yang benar, pengaruhnya apa jika di sungai. Kalau memang tidak ada fasilitas MCK, kami akan bangun fasilitas untuk komunal. Kalau ada kendala lainnya, apa nanti kami selesaikan bersama," jelasnya.

Selain Jawa Timur, USAID dalam hal ini juga melakukan kerjasama dengan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia.

Setelah sebelumnya program serupa telah dilakukan pada 12 kabupaten kota di Jatim sejak 2011-2016.

"Program kemitraan Amerika dengan Indonesia ini sudah lama. Di Jatim rata-rata kondisi air minum, sanitasi dan perilaku mungkin baik, tapi masih 80 persen. Karena harus selalu ada perbaikan jadi perlu tambahan 20 persen lagi dan itu berusaha kami wujudkan melalui IUWASH Plus," kata Heather D'Agnes, Deputy Director Environment Office USAID Indonesia.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved