Berita Gresik

Prof Dr Diah Natalisa ke Gresik, Inspeksi Program ‘Kakekku Datang’

“Inovasi itu masih jalan. Di sini ada proses untuk melembagakan inovasi yang sudah ada,” kata Diah Natalisa.

Penulis: Sugiyono | Editor: Yuli
Surya/Moch. Sugiyono
SIDAK - Kepala Dispendukcapil Kabupaten Gresik Hermanto T Sianturi (baju batik) menjelaskan pelaksanaan pelayanan catatan sipil kepada Deputi Pelayanan Publik Kemenpan-RB Prof Dr Diah Natalisa (Kiri), Kamis (6/10/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK – Deputi Pelayanan Publik Kemenpan-RB Prof Dr Diah Natalisa inspeksi mendadak ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Gresik, Jl KH wachid Hasyim, Kamis (6/10/2016).

Ia ingin memastikan berlakunya program kartu keluargaku data ulang (Kakekku datang) yang telah mendapatkan juara internasional, 

“Inovasi itu masih jalan. Di sini ada proses untuk melembagakan inovasi yang sudah ada,” kata Diah Natalisa.

Menurut dia, inovasi Dispendukcapil Gresik ini mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jatim serta penghargaan dana 7.500 dolar dari GIZ (Gesellschaft fur Internationale Zusammernarbeit), Jerman.

Selama ini, permasalahan di Dispendukcapil Gresik yaitu kekurangan blangko untuk pengajuan rekaman e-KTP.

“Iya tadi sudah diberikan surat keterangan. Kami berharap tidak hanya keterangan, tapi KTP-nya harus benar warga Gresik. Nanti juga akan menjadi bahan evalasi di pusat,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dispendukcapil Gresik Hermanto T Sianturi, mengatakan, untuk menyelesaikan permasalahan catatan kependudukan itu menggunakan program Kakekku datang.

“Sistem ini yang bisa menyelesaikan permasalahan KTP ganda dan orang yang meninggal dunia masih terdata di Kelurahan atau Desa. Program Kakekku datang ini ada aplikasinya sehingga mana yang ganda dan meninggal dunia bisa diketahui,” kata Hermanto.

Inovasi tersebut dapat digunakan menyelesaikan data kependudukan di berbagai daerah seluruh Indonesia.

“Nanti tidak ada adalagi orang meninggal dunia dipanggil untuk datang dalam Pilkada. Sudah saya bersihkan semua. Di Gresik itu sejak 2008 belum pernah diperbarui, ada sekitar 69,7 persen. Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, juga sekitar segitu jumlahnya. Di Jabodetabek, juga seperti itu. Penyelesaiannya, ya seperti itu tadi, program Kakeku datang. Aplikasi ini bisa digunakan di seluruh Indonesia,” katanya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved