Breaking News:

Berita Mojokerto

SMA/SMK Diambilalih Pemprov, Dindik Mojokerto Tetap Bagi-bagi Seragam Gratis

Untuk SMA/SMK, ada 4224 siswa yang akan dibagi seragam sekolah gratis. Jumlah siswa itu...

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Musahadah

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Alih kelola kewenangan SMA/SMK oleh Pemprov Jatim tak membuat Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Mojokerto menghentikan program pengadaan seragam sekolah gratis bagi siswa SMA/SMK.

Dengan alasan program sudah berjalan, ada 4224 siswa SMA/SMK yang tetap dibagi seragam gratis pada November 2016.

Kabid Pendidikan Menengah (dikmen) Dindik Kota Mojokerto, Djasmani menjelaskan, pengadaan seragam sekolah gratis untuk siswa SD hingga SMA negeri sebesar Rp 3,843 miliar ini sudah berjalan pada Oktober 2016, setelah lelang ulang tuntas.

"Untuk Oktober ini sudah kontrak, sehingga November kemungkinan dibagi," katanya kepada wartawan, Rabu (5/10/2016).

Dijelaskan, program pengadaan seragam sekolah gratis ini digelar sebelum alih kelola wewenang SMA/SMK berlaku efektif pada Januari 2017 nanti.

Makanya, program ini tetap berjalan, meski ada 11 SMA dan 12 SMK yang akan 'diserahkan' pada pemprov. "Kami sudah pengadaan sejak sebelum Oktober ini, sehingga tetap dibagi. Selain itu, kami ingin membantu orangtua siswa walau SMA/SMK sudah alih kelola," tuturnya.

Untuk SMA/SMK, ada 4224 siswa yang akan dibagi seragam sekolah gratis. Jumlah siswa itu berdasarkan jumlah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada 2016 ini, ditambah 10 persen jumlah siswa SMA/SMK.

Dari pengadaan seragam sekolah untuk SMA/SMK, ada tiga item, yakni seragam nasional warna putih-biru, lalu seragam khas warna oranye-hitam dan seragam Pramuka.

"Jumlah siswa ini bisa direvisi karena masih asumsi dari PPDB 2016," katanya.

Terkait program serupa pada tahun depan, dia belum bisa memastikan apakah masih berjalan atau tidak. Ini tentu harus ada pembahasan detil untuk menyusun APBD 2017 pada November nanti. "Kami belum ada rencana itu untuk tahun depan. Ini masih akan dibahas," katanya.

Sedangkan terkait tetap adanya seragam sekolah gratis untuk siswa SMA/SMK meski sebentar lagi bakal alih kelola,  direspon DPRD Kota Mojokerto.

Anggota Komisi III Kota Mojokerto, Cholid Firdaus menilai pembagian seragam sekolah gratis itu sudah dianggarkan pada 2016 ini, sehingga tak bisa dibatalkan. "Mau dibilang rugi tentu jadi dilema. Namun yang penting pengadaan itu sesuai aturan," urainya.

Hanya saja, ketika sudah dipastikan bahwa SMA/SMK dialihkelola pemprov, maka dia dan anggota dewan lain bakal merevisi program serupa untuk tahun depan.

Dewan bakal mengevaluasi program ini agar tak menghamburkan uang rakyat. "Evaluasi tahun depan pasti ada. Bahkan, kemungkinan program ini bakal dihilangkan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved