Berita Kampus Surabaya
Robot PENS Jawara di Malaysia, begini Keunggulannya
Dari tiga rintangan yang ada, Andy Yuniwan menuturkan dua rintangan pertama lomba berjalan mulus, sehingga mereka mengumpulkan poin cukup banyak.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Pens koleksi medali emas lagi usai mengikuti ajang Mobile Robotic, salah satu cabang Asean Skill Competition yang berlangsung pada bulan September, tanggal 24 2017. di Kuala Lumpur, Malaysia Agro Cultural Expo. Pada acara presscon, Selasa (4/10/2016) pihak Pens menuturkan lomba kali ini, mereka unggul.
Mobil Robotic terdiri dari tiga rintangan, di antaranya mengambil tanaman, menjatuhkan barang, dan mengakat barang. Semua rintangan diprogram untuk kebutuhan industri.
Pens mengirimkan tiga delegasinya, Adji Sulistijono, Wakil Direktur III Kemahasiswaan PENS sebagai pembimbing sekaligus Chef Expert beserta dua mahasiswanya Andy Yuniawan, dan Eko Mustofa, Program Studi D3 Mekatronika semester 3.
Dari tiga rintangan yang ada, Andy Yuniwan menuturkan dua rintangan pertama lomba berjalan mulus. Sehingga mereka mengumpulkan poin cukup banyak.
"Desain dripper atau alat pengangkat tanaman kami lebih unggu karena memiliki dua capit. Sementara pesaing yang laih hanya satu capit. Hematnya kami lebih cepat 3 menit 32 detik, dari jatah waktu 6 menit yang disediakan," katanya bangga.
Mahasiswa bidikmisi ini melanjutkan proses latihan sejak satu tahun lalu tak sia-sia. Ia mengaku bersama teman dan bantuan senior selama tujuh bulan mereka belajar semua kemungkinan.
"satu tahun sebelumnya kami memenangkan Seleksi nasional (2015) dibimbing senior Indra Haji. 2 minggu setelah itu, 20 orang dari kita diseleksi lagi, terpilih 4 orang untuk bertanding di seleknas. November seleksi nasional di bekasi. Lima tim, dua dari Pens, dua Malang, dan satu dari Palu. Hasilnya dua tim dari Pens juara 1 dan 2. Kita mendapatkan training Senter Pens, mulai Februari sampai lomba kemarin. Jadi sudah lanyah," terangnya lagi.
Eko Mustofa menambahkan kesulitan yang mereka dapatkan selama perlombaan tidak begitu berarti. Hanya saja saat hari ke tiga, dimana rintangan ketiga harus dilalui. Kekecewaan tampak tergambar di wajah mereka. Eko menuturkan di hari ketiga itu mereka menyelesaikan rintangan dengan catatan waktu 7 menit 4 detik, melebihi waktu yaitu 7 menit yang diberikan panitia.
"Di hari ketiga ini Indonesia belum pernah menyelesaikan dengan sempurna, 7 menit. Ini karena lighting disana tidak sesuai dengan yang ada disini, Indonesia. Mereka mwnggunakan lampu dengan warna kuningnya dominan, sementara di Indonesia putih terang. Sehingga kamera salah membaca data, itu kan ada balok berwarna warni, ada biru dan hijau yang robot jadi mendeteksi warna biru menjadi hijau dan hijau menjadi orange. Jadi harus program ulang," katanya.
Kendala lain adalah soal suhu udara yang sangat dingin sehingga sedikit mengganggu kondisi tubuh maisng-masing dari mereka.
"Dari sisi programing, kami memang kurang dalam kecepatan robot. Tapi pergerakan robot kita aman. Kita yang penting adalah aman cepat dan presisi. Musuh kita sementara ini Vietnam dan Thailand karena mereka hari ketiga lebih cepat," tambahnya lagi.
Adji Sulistijono, Wakil Direktur III Kemahasiswaan PENS sebagai pembimbing sekaligus Chef Expert menuturkan sangat bangga saat mereka menjadi juara, karena pada dasarnya Mobil Robotic Hitech banyak dilirik banyak negara maju.
"Mobil robotic indonesia bisa menghasilkan emas. Itu artinya hitech di indonesia bagus, tenaga kerja di indonesia juga bagus. Pada lomba kemarin ada peralatan yang belum kita coba, yang tim dari negara lain sudah menggunakan. Namanya Eksternal Odeometry. Jika kami pakai ini, tentu akan bisa lebih cepat. Tapi kami tidak mau menggunakannya dulu, biar begara lain yang menggunakan. Saya juga larang anak-anak karena saya percaya kemampuan mereka dalam memprogram," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kampus-surabaya-robot-pens_20161004_212914.jpg)