Berita Gresik

Demo Kejari Gresik, Ratusan Buruh Gagal Membawa Pulang Rekannya

Sesuai penyelidikan di Kepolisian maka kita meminta saudara tersangka untuk ditahan," imbuhnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Demo Kejari Gresik, Ratusan Buruh Gagal Membawa Pulang Rekannya
surya/sugiyono
Massa buruh SP KEP Kabupaten Gresik unjuk rasa di depan Kantor Kejari Gresik untuk menuntut temannya ditangguhkan penahannya, Selasa (4/10/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kimia Energi & Pertambangan (SP KEP) Kabupaten Gresik yang melakukan aksi demo di Kantor Kejari Gresik akhirnya membubarkan diri setelah bertemu dengan Kajari Gresik I Made Suwarjana.

Namun dalam aksi itu, ratusan buruh gagal membawa temannya pulang, Selasa (4/10/2016).

Pertemuan perwakilan SP KEP Kabupaten Gresik dengan jajaran Kejari Gresik yang dipimpin langsung oleh Kajari Gresik I Made Suwarjana.

"Ketika kejaksaan harus menangguhkan penahanan Saudara Agus. Perlu kami jelaskan bahwa perkara tersebut sudah ada di PN Gresik. Secara formal, sudah menjadi tanggung jawab pengadilan. Ketika ingin membebaskan, bahwa kejaksaan harus menangguhkan itu harus menunggu keputusan dari pengadilan," kata Suwarjana, kepada perwakilan masa SP KEP Kabupaten Gresik.

Kejari Gresik berkomitmen untuk membebaskan terdakwa Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) PT Titani, Agus Setiabudi, untuk ditangguhkan penahanannya.

"Kita menunggu surat dari Pengadilan. Dan nanti pasti kita laksanakan. Kita sama-sama melihat dalam persidangan. Sesuai penyelidikan di Kepolisian maka kita meminta saudara tersangka untuk ditahan," imbuhnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Akhirnya, pihak SP KEP Kabupaten Gresik menerima penjelasan dari Ketua Kejari Gresik.

"Kejari Gresik berjanji akan membebaskan teman kita yang ditahan pada persidangan PN ,Gresik yang akan datang," kata Efendi, kuasa hukum SP KEP.

Massa SP KEP Kabupaten Gresik akan berunjuk rasa ke Pabrik PT Titani, untuk memberikan keringanan kepada karyawannya.

"Kita akan ke PN Gresik pada Kamis lusa untuk menjemput teman kami ditangguhkan penahanannya," kata Marsanto Sekretaris SP KEP kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Diketahui, perbuatan tersangka Agus Setiabudi yang diduga memalsukan selip gaji untuk membuat kartu kredit.

Aksi pemalsuan tersebut diketahui oleh perusahaan ketika ada tagihan uang ke perusahaan yang dilakukan oleh tersangka Agus.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved