PON Jabar 2016

Banyak Kecurangan di PON Jabar, Pakde Karwo Beri 'Warning'

"Sekelas PON kok pakai perhitungan manual, ini namanya kecurangan dilakukan demi meraih kemenangan. Akibatnya tidak akan baik untuk jiwa suportifitas,

Banyak Kecurangan di PON Jabar, Pakde Karwo Beri 'Warning'
surya/benni indo
SALAM KOMANDO - Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan pencipta olahraga Tarung Derajat Achmad Drajat melakukan salam komando saat keduanya bertemu di GOR Padjadjaran, Kota Bandung, tempat berlansungnya partai final cabor Tarung Derajat, Rabu (28/9/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Beberapa indikasi kecurangan di PON XIX Jawa Barat (Jabar) beberapa waktu lalu yang diklaim membuat perolehan Medali Jatim dibawah target mengundang komentar Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

Menurut Soekarwo, indikasi kecurangan yang jelas-jelas terlihat didepan mata terjadi di cabang olahraga (cabor) sepatu roda.

Dicabor tersebut indikasi kecurangan muncul setelah lintasan untuk kejuaraan belum dilengkapi timer digital.

Hal ini mengakibatkan perlombaan sepatu roda hanya menggunakan timer manual berupa stopwatch.

"Sekelas PON kok pakai perhitungan manual, ini namanya kecurangan dilakukan demi meraih kemenangan. Akibatnya tidak akan baik untuk jiwa suportifitas, dan ini yang membuat jiwa suportifitas hilang di olahraga," tegas Soekarwo saat ditemui kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Selasa (4/10/2016).

Kekhawatiran Jatim selama ini sebelum berangkat PON terjawab sudah di cabor sepatu roda nomor ITT, yang memang saat itu atlet Jabar yang mendapatkan medali emas.

"Memang kalah itu biasa di olahraga tapi yang terpenting itu menjunjung suportifitas berolahraga," kata pria berkumis tebal tersebut kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sementara itu, Ketua KONI Jatim Erlangga Satiagung justru meluapkan komentar frontal terkait indikasi kecurangan yang dilakukan oleh pihak tuan rumah Jabar.

Erlangga mengatakan, bahwa jika pelaksanaan PON ke-20 mendatang di Papua sama dengan yang terjadi di Jabar kemarin pihaknya akan berpikir ulang untuk Jatim mengikuti event 4 tahunan tersebut.

"Sportifitas dan roh olahraga semakin menghilang. Lalu buat apa ada PON. Mending dihapus saja. Banyak kecurangan yang terjadi bukan membuat para atlet ini bangga akan kemampuan prestasinya. Justru hal ini membuat mental mereka turun. Percuma para atlet ini berlatih 3,5 tahun jika ujung-ujungnya kalah dengan kecurangan kasihan mereka. Lebih baik berpikir lagi untuk mengikuti PON selanjutnya," ujar Erlangga beberapa waktu lalu.

Seperti yang telah diketahui, Jatim di PON XIX Jabar kemarin berhasil menduduki peringkat kedua dengan raihan 132 medali emas, 139 perak dan 136 perunggu.
Diposisi ketiga ditempati oleh DKI Jakarta dengan 132 emas, 124 perak, 117 perunggu.

Sementara tim tuan rumah Jabar, mendapatkan 216 emas, 155 perak dan 150 perunggu.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Dya Ayu
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved