Berita Pendidikan Surabaya
Dindik bakal Ubah Nomenklatur Peralihan SMA - SMK di Jatim, ternyata Dimulai dari ini Dulu
"Soal biaya tergantung bagaimana inovasi sekolahnya. Kami tidak ingin ada kegaduhan," tegasnya.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Hari ini, Senin (3/10/2016), batas akhir penyerahan berkas personel, sarana dan prasarana, serta dokumen (P2D) antara pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten dan kota.
Dua wilayah, Surabaya dan Blitar yang hanya mengirimkan perwakilan pada acara digelar di Gedung Graha Wicaksana Praja, Pemprov Jatim, Jumat (30/9/2016).
Namun dua daerah tersebut juga telah melengkapi persyaratan itu hari ini.
Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman saat ditemui surya.co.id, Senin (3/10/2016).
"Sudah. Sudah semua," tegasnya.
Saiful berharap dalam satu tahun ini semua (kabupaten dan kota) tetap tenang. Pihaknya menjelaskan provinsi tidak akan melakukan penekanan terhadap sekolah.
"Soal biaya tergantung bagaimana inovasi sekolahnya. Kami tidak ingin ada kegaduhan," tegasnya.
Saiful melanjutkan supaya sekolah melakukan normatif sesuai aturan.
"Untuk ujian nasional dan lain-lain, baru kita kembali ke kabupaten kota. Ini tugas berat, bukan tugas ringan. Harus ada inovasi di sekolah," tegasnya lagi.
Untuk komunikasi lebih lanjut, jika kantor provinsi jauh dari jangkauan akan ditempatkan kantor cabang di daerah masing-masing.
Setelah berkas P2D sudah lengkap, kini persiapan Provinsi dalam proses peralihan SMA dan SMK semakin serius.
Sedang Sekertaris Dinas Pendidikan Jatim Sucipto mengaku memulai peralihan itu dari sarana dan prasarana.
"Karena sudah berganti ke provinsi jadi harus alih ke provinsi. Mulai kop surat, papan sekolah, seragam, prasarana dan manusianya (daftar pns) sudah masuk. Nanti akan ada pemberlakuan UPTD Dinas, sistem keuangan dan kenaikan jabatan dengan PPDB, kalau pendanaan belum," jelasnya.
Perubahan nomenklatur ini agaknya belum dilakukan oleh semua sekolah di SMA dan SMK di Surabaya.
Kepala sekolah SMAN 9 Surabaya Shadali mengungkapkan pihaknya belum mendapatkan instruksi dari provinsi.
"Baru beberapa hari penandatangannya. Kami belum ada instruksi, nunggu provinsi dulu. Sebenarnya milik kami juga sudah jelek, jadi sekalian menunggu untuk bikin baru dan lebih bagus," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kepala-dindik-jatim-saiful-rachman_20160928_221733.jpg)